Advertisement
Mitigasi Bencana, Kawasan Ramai Pengunjung di Sleman Dipetakan
Ilustrasi banjir - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melakukan pemetaan kawasan ramai pengunjung. Pemetaan ini merupakan langkah mitigasi bencana memasuki musim hujan dan libur panjang natal dan tahun baru.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, mengatakan sasaran pemetaan adalah destinasi-destinasi pariwisata, mall, hingga Lapangan Denggung. Lewat pemetaan ini, ia berharap libur panjang berjalan lancar tanpa ada kendala dalam hal kebencanaan.
Advertisement
“Spot kegiatan masyarakat sudah mulai kami mitigasi; hasil akhir atau finalisasinya nanti kalau sudah mendekati akhir tahun,” kata Haris dihubungi, Sabtu (25/10/2025).
BPBD juga akan menyiapkan posko dan barak pengungsian, penyiapan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peralatan. BPBD akan menggandeng banyak pihak untuk bersama-sama melakukan mitigasi. Risiko bencana yang berpotensi terjadi di Bumi Sembada, seperti banjir lahar hujan, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
BACA JUGA
Ada 54 kalurahan di lima belas kapanewon yang dilewati aliran sungai berhulu di Gunung Merapi. Wilayah ini menjadi prioritas pengawasan dan kewaspadaan saat intensitas hujan tinggi.
Ancaman tanah longsor ada di wilayah perbukitan, seperti Kapaewon Turi, Cangkringan, Pakem, dan Prambanan. Longsor mengancam 14 kalurahan di tujuh belas kapanewon. Wilayah padat penduduk tentu memiliki risiko kebencanaan lain apbila cuaca ekstrem datang. Risiko ini mengancam 44 kalurahan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan kunci menghadapi bencana hidrometeorologi adalah persiapan. Persiapan perlu dilakukan oleh seluruh perangkat daerah, bukan hanya BPBD.
Oleh sebab itu, nantinya ada Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman yang menjadi instruksi top-down agar persiapan menjadi terarah dan jitu. “Kami bersinergi untuk bisa melaksanakan tugas masing-masing lintas sektor. SK Bupati tentang Status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem nantinya juga menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah lebih jauh lagi,” kata Bambang.
Adapun empat program BPBD dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana, yaitu kalurahan tanggung bencana (kaltana), satuan pendidikan aman bencana (SPAB), komunitas relawan, dan gladi kesiapsiagaan bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Siswa Baru Bantul Dapat Seragam Gratis
- Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Kulonprogo Perketat Kewaspadaan di YIA
- BPJS Kesehatan Nonaktif Februari 2026, Warga Sleman Tertahan Berobat
- Guru Honorer Kota Jogja Menyusut, Tersisa Sekitar 200 Orang pada 2026
- Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
Advertisement
Advertisement




