Advertisement
Seluruh Pantai di Gunungkidul Rawan Abrasi, Begini Kajiannya
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup menilai semua kawasan pantai di Gunungkidul rawan terjadi abrasi. Sosialisasi terhadap program Pantai Lestari akan terus digalakan untuk upaya pencegahan.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto mengatakan, hasil kajian yang dilakukan sepanjang garis pantai yang membentang dari Kapanewon Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang hingga Purwosari rawan abrasi.
Advertisement
Namun, dari jumlah tersebut yang paling sering terjadi abrasi di Pantai Baron, Sepanjang, Drini hingga Krakal di Kapanewon Tanjungsari. “Misalnya di Pantai Baron, sering terjadi abrasi tidak hanya dari terjangan gelombang, tapi juga berasal dari aliran sungai bawah tanah di sana [Baron],” kata Adinoto, Senin (3/11/2025).
Ia menyebutkan, potensi abrasi hampir terjadi setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berdampak terjadinya gelombang tinggi.
BACA JUGA
“Faktor manusia juga ada andil. Salah satunya mendirikan bangunan di kawasan sempadan. Jadi, abrasi di sekitar pantai harus dicegah agar tidak semakin parah,” ungkapnya.
Upaya penanganan abrasi bukan hanya tugas dari dinas lingkungan hidup. Pasalnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga bisa ikut berperan untuk optimalisasi dalam rangka pencegahan maupun penaggulangan.
“OPD seperti dinas pariwisata, DPUPRKP, BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan. Langkahnya, bisa dilaksanakan dengan penanaman pohon untuk mencegah abrasi,” katanya.
Meski demikian, untuk pelaksanaan di Dinas Lingkungan Hidup, upaya yang dilakukan masih sebatas sosialisasi. Keterbatasan anggaran menjadi kendala pelaksanaan program penanganan abrasi di sepanjang Pantai Gunungkidul.
Menurut dia, upaya yang dilakukan dengan menggalakkan program Pantai Lestari. Sosialisasik menekankan kepada pelaku wisata maupun kelompok sadar wisata hingga unsur masyarakat di kawasan pesisir agar lebih menjaga kawasan sempadan pantai.
Di sisi lain, juga mendorong gerakan penghijauan untuk mencegah terjadinya abrasi yang semakin parah. “Memang anggaran kita [Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul] masih terbatas sehingga program yang dijalankan sebatas pembinaan maupun sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian, termasuk didalamnya di kawasan pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement






