Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup menilai semua kawasan pantai di Gunungkidul rawan terjadi abrasi. Sosialisasi terhadap program Pantai Lestari akan terus digalakan untuk upaya pencegahan.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto mengatakan, hasil kajian yang dilakukan sepanjang garis pantai yang membentang dari Kapanewon Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang hingga Purwosari rawan abrasi.
Namun, dari jumlah tersebut yang paling sering terjadi abrasi di Pantai Baron, Sepanjang, Drini hingga Krakal di Kapanewon Tanjungsari. “Misalnya di Pantai Baron, sering terjadi abrasi tidak hanya dari terjangan gelombang, tapi juga berasal dari aliran sungai bawah tanah di sana [Baron],” kata Adinoto, Senin (3/11/2025).
Ia menyebutkan, potensi abrasi hampir terjadi setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berdampak terjadinya gelombang tinggi.
“Faktor manusia juga ada andil. Salah satunya mendirikan bangunan di kawasan sempadan. Jadi, abrasi di sekitar pantai harus dicegah agar tidak semakin parah,” ungkapnya.
Upaya penanganan abrasi bukan hanya tugas dari dinas lingkungan hidup. Pasalnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga bisa ikut berperan untuk optimalisasi dalam rangka pencegahan maupun penaggulangan.
“OPD seperti dinas pariwisata, DPUPRKP, BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan. Langkahnya, bisa dilaksanakan dengan penanaman pohon untuk mencegah abrasi,” katanya.
Meski demikian, untuk pelaksanaan di Dinas Lingkungan Hidup, upaya yang dilakukan masih sebatas sosialisasi. Keterbatasan anggaran menjadi kendala pelaksanaan program penanganan abrasi di sepanjang Pantai Gunungkidul.
Menurut dia, upaya yang dilakukan dengan menggalakkan program Pantai Lestari. Sosialisasik menekankan kepada pelaku wisata maupun kelompok sadar wisata hingga unsur masyarakat di kawasan pesisir agar lebih menjaga kawasan sempadan pantai.
Di sisi lain, juga mendorong gerakan penghijauan untuk mencegah terjadinya abrasi yang semakin parah. “Memang anggaran kita [Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul] masih terbatas sehingga program yang dijalankan sebatas pembinaan maupun sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian, termasuk didalamnya di kawasan pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.