Ramaikan UMKM, PKS Bantul Berkomitmen Perkuat Ketahanan Pangan
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis berupa sayur, ayam goreng lengkap dengan buah dan susu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, BANTUL—Penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Jetis, Bantul ternyata berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terpapar bakteri E-Coli. Hasil pemeriksaan menunjukkan bakteri E-Coli mencemari nasi MBG di Jetis. Pemerintah menghentikan operasional SPPG Sumberagung untuk evaluasi sanitasi.
Total 237 siswa dari lima sekolah menjadi korban: SMAN 1 Jetis, SMPN 3 Jetis, SMP Muhammadiyah Pulokasang, SDN 2 Bakulan, dan SMPN 1 Jetis.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan sumber kontaminasi diduga berasal dari penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar keamanan. Menurutnya, nasi yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang menjadi media ideal bagi bakteri untuk berkembang.
“Makanan matang yang dibiarkan lebih dari empat jam di suhu ruang berpotensi mengalami kontaminasi bakteri. Atau karena makanan masih panas sudah ditutup,” ujar Hermawan, Selasa (18/11).
Menindaklanjuti insiden ini, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberagung selaku penyedia paket menu MBG saat ini dihentikan sementara. Pemkab Bantul meminta pihak pengelola memenuhi seluruh persyaratan, termasuk kepemilikan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SPPG Sumberagung dijadwalkan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus memastikan kelayakan fasilitas. “Saya belum cek lokasi tersebut, sudah terbit SLHS-nya atau belum,” kata Hermawan.
Dari total 105 SPPG aktif di Bantul, baru lima yang telah mengantongi SLHS. Pemerintah daerah pun akan melakukan evaluasi menyeluruh pada Jumat (20/11) terhadap semua penyedia layanan makanan. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Widiyanta, menegaskan seluruh SPPG harus meningkatkan standar higienitas, terutama dalam proses penanganan makanan. Ia mengingatkan pentingnya memastikan penjamah makanan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan kerja, serta memperhatikan batas waktu penyimpanan.
“Pastikan penjamah makanan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum menyentuh bahan pangan. Serta penyimpanan makanan matang di suhu kamar tidak lebih dari empat jam,” kata Agus.
Selain itu, Dinkes meminta pengelola MBG memantau durasi distribusi agar makanan tidak berada di luar batas aman sebelum dikonsumsi siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Bukan cuma gaya menyetir, ini 8 faktor teknis seperti tekanan ban, oli, hingga modifikasi pelek yang bikin mobil boros BBM. Simak tips solusinya.
Orang tua diingatkan waspadai risiko game online seperti Minecraft, Roblox, dan Fortnite yang berpotensi jadi sarana kejahatan terhadap anak.
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.