Advertisement
Desain Produk Harus Berpihak pada Pengguna, Ini Kata Pakar MR FTI UII
Ratih Dianingtyas Kurnia. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Desain produk tidak sekadar soal memperindah tampilan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan pengguna secara nyata. Produk yang baik adalah produk yang fungsional, nyaman, mudah digunakan, dan relevan dengan konteks penggunanya.
Hal tersebut disampaikan Ratih Dianingtyas Kurnia, Dosen Manajemen Rekayasa (MR) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam pemaparan materi kepada mahasiswa MR FTI UII. Ia menekankan pentingnya pendekatan User-Centered Design (UCD) dalam proses perancangan produk modern.
Advertisement
Menurut Ratih, UCD merupakan pendekatan pengembangan produk yang menempatkan kebutuhan, perilaku, serta pengalaman pengguna sebagai fokus utama. Pendekatan ini berbasis data hasil riset pengguna, mulai dari observasi, wawancara, survei, usability testing, hingga analisis konteks penggunaan.
“Desain yang baik adalah desain yang memudahkan pengguna, bukan sekadar menambahkan banyak fungsi,” ujarnya. Ia menjelaskan, secara akademik desain yang efektif adalah desain yang mampu mengurangi beban kognitif, menyederhanakan interaksi, dan membantu pengguna mencapai tujuan secara cepat dan efisien.
BACA JUGA
Ratih menilai penambahan fitur berlebihan justru berpotensi memicu feature creep, yakni kondisi ketika kompleksitas produk meningkat tanpa memberikan nilai tambah signifikan bagi pengguna. Oleh karena itu, kualitas desain tidak diukur dari banyaknya fungsi, melainkan dari sejauh mana desain tersebut intuitif, mudah dipahami, dan benar-benar mendukung kebutuhan pengguna.
Dalam pemaparannya, Ratih juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap User Experience (UX). Menurutnya, produk yang baik adalah produk yang menyesuaikan kebiasaan dan preferensi pengguna, bukan sebaliknya.
“Desain produk seharusnya mengikuti kebiasaan pengguna, bukan malah memaksa pengguna untuk mengikuti desain,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan lima tahapan Design Thinking yang perlu dipahami oleh seorang desainer produk, yakni empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Seluruh tahapan ini saling berkaitan dan berperan penting dalam memastikan solusi desain yang dihasilkan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Ratih menegaskan bahwa desain bukan semata persoalan kreativitas visual. Lebih dari itu, desain merupakan proses pemecahan masalah yang berlandaskan empati dan keberpihakan pada pengguna.
“Desain bukan hanya soal kreativitas, tetapi tentang empati dan keberpihakan pada pengguna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ratih berharap mahasiswa Manajemen Rekayasa FTI UII dapat memahami proses desain secara menyeluruh. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menghadirkan produk-produk inovatif yang tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan pengalaman penggunaan yang baik bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemlu: Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Bersifat Multilateral
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Januari 2026, Mulai Pukul 05.00 WIB
- Harga Cabai Rawit Merah Beringharjo Tembus Rp55.000, Pasar Lain Stabil
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
- Nyeri Neuropatik Kian Mengintai, Guru Besar UKDW Ungkap Faktanya
Advertisement
Advertisement



