Advertisement
Dosen MR UII Dorong Desain Produk Berbasis Data Pelanggan
Pakar sekaligus dosen Program Studi Manajemen Rekayasa (MR) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Dwi Adi Purnama. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar sekaligus dosen Program Studi Manajemen Rekayasa (MR) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Dwi Adi Purnama menekankan pentingnya inovasi produk yang berorientasi pada pelanggan melalui pemanfaatan data mining. Pendekatan ini dinilai krusial agar desain produk mampu menjawab kebutuhan pasar secara akurat dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan webinar bertajuk What Customer Say, What You Build: Belajar Desain Berbasis Data Mining. Webinar ini membahas bagaimana data pelanggan dapat menjadi fondasi penting dalam proses perancangan produk modern.
Advertisement
Dalam pemaparannya, Dwi Adi menjelaskan bahwa desain produk saat ini tidak lagi cukup mengandalkan intuisi atau preferensi desainer semata. Desain harus berbasis data agar mampu menangkap kebutuhan, keinginan, serta perilaku pelanggan secara lebih objektif. Di sinilah peran data mining menjadi penting untuk menggali pola, kecenderungan, dan insight tersembunyi dari data pelanggan dalam jumlah besar.
“Melalui data mining, keputusan desain dapat dibuat lebih terukur, mulai dari penentuan fitur produk, perancangan pengalaman pengguna, hingga pengembangan produk baru yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya, dikutip Selasa (9/12/2025).
Webinar tersebut menguraikan alur desain produk berbasis data mining yang mencakup empat tahapan utama, yakni pengumpulan data pelanggan melalui survei, media sosial, transaksi, wawancara, dan umpan balik; analisis data menggunakan metode seperti clustering, classification, regression, topic modeling, hingga Association Rule–Market Basket Analysis (AR-MBA); interpretasi hasil analisis menjadi wawasan strategis; serta implementasi dalam desain produk yang terus diperbarui berdasarkan masukan pelanggan.
Pendekatan ini dinilai mampu mendorong proses desain yang adaptif, berbasis bukti, dan lebih responsif terhadap ekspektasi pengguna.
Salah satu studi kasus yang disampaikan adalah penerapan AR-MBA pada data transaksi ritel. Analisis tersebut menunjukkan keterkaitan antarproduk seperti biskuit, roti, dan susu yang dapat dimanfaatkan untuk strategi product bundling, penataan layout toko, hingga pengembangan varian produk baru.
Selain sektor ritel, Dwi Adi juga menyoroti industri kendaraan listrik. Berdasarkan data pelanggan, faktor harga, biaya pengisian daya, serta ketersediaan stasiun pengisian menjadi pertimbangan utama konsumen. Dari insight tersebut, desainer dapat mengembangkan fitur seperti range anxiety predictor, peningkatan efisiensi baterai, hingga paket penjualan dengan insentif pengisian daya.
Webinar ini juga menekankan pentingnya media sosial sebagai sumber data pelanggan modern. Melalui topic modeling dan sentiment analysis, perusahaan dapat memahami opini dan pengalaman pelanggan secara real-time. Contohnya, analisis ulasan pengguna aplikasi Gojek di Google Play Store yang mengungkap keluhan terkait lokasi penjemputan, performa aplikasi, waktu tunggu, keamanan, hingga promo.
“Insight dari media sosial dapat diterjemahkan menjadi perbaikan UI/UX, navigasi yang lebih presisi, pengembangan mode ringan untuk koneksi lambat, hingga personalisasi promo,” jelasnya.
Menurut Dwi Adi, data mining tidak hanya menghasilkan angka, tetapi wawasan yang dapat langsung diimplementasikan ke dalam arah desain produk. Insight pelanggan dapat diklasifikasikan ke dalam kebutuhan fungsional, emosional, apresiasi, dan keluhan, yang masing-masing dapat diterjemahkan menjadi solusi desain konkret.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Rekayasa UII menegaskan komitmennya dalam mendorong literasi teknologi, inovasi berbasis data, serta penguatan kemampuan analitis mahasiswa. Webinar ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum tentang pentingnya integrasi data mining dalam proses desain produk yang efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan industri 4.0.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY: Isu Biaya Hidup Mahal Tak Goyahkan Wisata Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Januari 2026, Mulai Pukul 05.00 WIB
- Harga Cabai Rawit Merah Beringharjo Tembus Rp55.000, Pasar Lain Stabil
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
Advertisement
Advertisement




