Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Kepemudaan
Sejumlah peserta mengikuti Koordinasi Pencapaian Target RAD Kepemudaan di Disdikpora DIY, Rabu (10/12/2025). Harian Jogja - Lugas Subarkah
Advertisement
JOGJA—Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY terus mengupayakan tercapainya target Rencana Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan 2025. Hal ini menjadi komitmen Disdikpora DIY dalam membangun kepemudaan di DIY.
Sala satu upaya tersebut yakni dengan Koordinasi Pencapaian Target RAD Kepemudaan DIY di Disdikpora DIY, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini digelar untuk koordinasi, sinkronisasi dan menyelaraskan pelaksanaan pelayanan kepemudaan lintas sektor.
Advertisement
Kepala BPO Disdikpora DIY, Arfi Hidananto, menjelaskan forum ini untuk mewujudkan sumber daya pemuda yang berkualitas, maju, dan berdaya saing. “Juga untuk meningkatkan indeks pembangunan pemuda,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda dalam empat aspek. “Yaitu aspek kepemimpinan, kepeloporan, kewirausahaan, dan dilanjutkan. Kegiatan ini juga menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan lembaga dalam melaksanakan pelayanan kepemudaan,” katanya.
BACA JUGA
RAD Kepemudaan menjadi pedoman dalam menyelenggarakan pelayanan kepemudaan di daerah. “Melalui forum ini, kami melihat kemajuan pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi hambatan-hambatan dan kendala yang ada,” ungkapnya.
Sekretaris Disdikpora DIY, Ali Sa’id, yang membacakan sambutan Kepala Disdikpora DIY, menuturkan pemuda merupakan agen perubahan kemajuan daerah yang perlu difasilitasi agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Rencana Aksi Daerah menjadi pijakan mewujudkan visi tersebut. Disusun melalui proses panjang dan melibatkan berbagai pihak,” kata dia.
Ia berharap dari RAD bukan hanya sebagai rencana, tapi harus benar-benar direalisasikan dan semua pihak memiliki peran penting.
Narasumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Yustia Elita, mengatakan dalam visi Indonesia Emas, pemuda memiliki peran penting melalui partisipasi aktif dalam kepemimpinan kepeloporan, kemandirian ekonomi dan kontribusi pembangunan berkelanjutan.
“Jogja sangat optimistis membangun pemuda. Ada pemuda pelopor, wirausaha pemuda, pemudanya aktif dan kompak. Capaian IPP [Indeks Pembangunan Pemuda] 2015 sampai 2023 terus naik. Perlu intervensi yang tepat. Dari target 57,67, sekarang 56,33. Insyaallah tercapai,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Status Banjir di Banjar Kalsel Turun, Masuk Tahap Transisi Pemulihan
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Kulonprogo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 13 Persen di 2026
- 42 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul Ditanami Padi
- Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega
- Pemkab Bantul Genjot Penurunan Kemiskinan di 2026, Begini Strateginya
- Strategi Gunungkidul Tekan Kemiskinan hingga 12 Persen Tahun Ini
Advertisement
Advertisement



