Advertisement

Bantul Siapkan Uji Aplikasi Satria KDMP untuk Dua Koperasi

Yosef Leon
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:37 WIB
Maya Herawati
Bantul Siapkan Uji Aplikasi Satria KDMP untuk Dua Koperasi Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan dua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yakni KDMP Pleret dan KDMP Panggungharjo, sebagai percontohan penerapan aplikasi digital pengelolaan koperasi bernama Satria KDMP. Aplikasi ini ditargetkan mulai diuji coba sebelum diluncurkan secara resmi pada awal Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, menjelaskan aplikasi Satria KDMP dirancang untuk mendorong pengelolaan koperasi desa berbasis digital agar lebih transparan, tertib, dan mudah dikontrol.

Advertisement

“Pengelolaan KDMP harus dilaksanakan dengan digitalisasi. Semua tercatat dan terekam dengan baik, serta berjalan secara real time,” kata Agus, Selasa (13/1/2026).

Menurut Agus, tanpa digitalisasi, pengawasan koperasi akan sulit dilakukan. Selain rawan keterlambatan data, kondisi tersebut juga berpotensi memicu keluhan anggota karena koperasi pada dasarnya merupakan lembaga milik bersama.

Saat ini, pengembangan aplikasi Satria KDMP telah mencapai sekitar 90 persen. Sistem masih disempurnakan berdasarkan masukan berbagai pihak. Uji coba akan menggunakan data KDMP Pleret dan Panggungharjo sebelum diluncurkan secara resmi dalam waktu dekat.

Melalui aplikasi tersebut, setiap anggota koperasi dapat mengakses laporan pribadi secara mandiri, mulai dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, hingga riwayat belanja, pinjaman, dan aktivitas lainnya. Akses bersifat personal sehingga kerahasiaan data tetap terjaga.

“Anggota nanti bisa melihat rekam jejak transaksi masing-masing. Seperti punya rekening sendiri, tapi khusus koperasi,” ujarnya.

Agus menambahkan, keunggulan lain Satria KDMP adalah adanya perhitungan cashback dan Sisa Hasil Usaha (SHU) berbasis aktivitas anggota. Setiap transaksi, baik belanja maupun kredit, akan tercatat otomatis dan berkontribusi pada perhitungan manfaat yang diterima anggota.

Seluruh layanan aplikasi ini akan terintegrasi dalam platform Bantulpedia, sehingga anggota tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Sistem ini diharapkan meningkatkan motivasi anggota untuk bertransaksi di koperasi karena manfaatnya dapat dipantau secara langsung.

Dari sisi pengelola, digitalisasi memudahkan pencatatan stok barang, arus keluar-masuk, hingga penambahan modal secara tertib dan akurat. Pemkab Bantul berharap Satria KDMP menjadi pionir digitalisasi koperasi desa sekaligus mempercepat penguatan ekonomi berbasis desa.

“Ini langkah agar KDMP di Bantul bisa berlari lebih cepat dan modern, tanpa kehilangan prinsip transparansi dan keanggotaan,” pungkas Agus.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Arif Darmawan, menyebut selama ini pengelolaan KDMP masih banyak dilakukan secara manual. Padahal jenis usaha koperasi cukup beragam, mulai dari ritel sembako hingga distribusi LPG, sehingga membutuhkan sistem yang lebih rapi dan terstruktur.

“Kalau pencatatan manual tentu repot. Jenis usahanya banyak. Aplikasi ini disiapkan supaya semua KDMP bisa mengelola operasionalnya lebih mudah,” kata Arif.

Menurut Arif, aplikasi yang dikembangkan Bantul memberi ruang penyesuaian yang fleksibel. Setiap jenis usaha dapat dikelompokkan secara detail, dan seluruh aktivitas operasional tercatat dalam satu sistem. Pengelolaan iuran anggota, baik iuran pokok maupun iuran wajib, juga tersedia dalam aplikasi. Nominal iuran yang berbeda antaranggota dapat dimasukkan, sehingga perhitungan SHU menjadi lebih mudah dan transparan.

“Karena SHU itu hitungannya matematis, lewat aplikasi ini prosesnya jadi lebih akurat dan bisa dipantau kapan saja,” ujarnya.

Pemkab Bantul menilai langkah ini menjadi fondasi penting untuk membangun koperasi desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip kebersamaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Suap Pajak Rp4 Miliar, KPK Sisir Kantor Pusat Ditjen Pajak

Suap Pajak Rp4 Miliar, KPK Sisir Kantor Pusat Ditjen Pajak

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 19:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement