Advertisement

KNMP Poncosari Hampir Rampung, Nelayan Bantul Sumringah

Kiki Luqman
Selasa, 13 Januari 2026 - 23:57 WIB
Abdul Hamied Razak
KNMP Poncosari Hampir Rampung, Nelayan Bantul Sumringah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (memegang mic) saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kabupaten Bantul, Jumat (2/1 - 2026). Dok Pemkab Bantul

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Deru angin laut selatan mengiringi langkah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Jumat (2/1/2026).

Di kawasan pesisir yang selama ini identik dengan perahu sederhana dan hasil tangkapan terbatas itu, pemerintah mulai menanam harapan baru. Sebanyak 134 nelayan Poncosari hadir menyimak langsung arah pengembangan kampung nelayan modern yang digadang-gadang menjadi pengungkit ekonomi masyarakat pesisir.

Advertisement

Kunjungan Trenggono ke Poncosari merupakan rangkaian peninjauan KNMP di sejumlah daerah seperti Tuban, Purworejo, Cirebon, dan Pati. Program KNMP dirancang sebagai model kawasan nelayan terpadu dengan fasilitas produksi, pengolahan, hingga distribusi dalam satu lokasi sehingga dapat memangkas biaya operasional dan meningkatkan nilai tambah hasil laut.

Pembangunan Capai 92 Persen

Dalam kunjungannya, Trenggono menyebut progres pembangunan fisik KNMP Poncosari telah mencapai 92% per Jumat (2/1). Targetnya, proyek tersebut dapat rampung pada akhir Januari 2026, bersamaan dengan pembangunan 64 KNMP lain di berbagai daerah.

“Kita targetkan Januari ini harus sudah selesai. Ini nanti akan jadi model, sama seperti yang kita bangun 18 bulan lalu di Biak. Di sana hasilnya bagus, produktivitas naik sampai 121%,” ujarnya.

KNMP Poncosari disiapkan sebagai ekosistem perikanan berkelanjutan. Fasilitas yang dibangun antara lain cold storage, area pengolahan ikan higienis, toko logistik, serta sarana pendukung seperti IPAL, docking kapal, shelter perbaikan jaring, slurry ice, balai nelayan, gudang penyimpanan, hingga kios kuliner. Total kawasan mencapai 9.000 meter persegi.

Dorong Kebangkitan Maritim Bantul

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut kehadiran KNMP sebagai momentum penting bagi kebangkitan sektor kelautan di kawasan selatan. Menurutnya, fasilitas terpadu tersebut memudahkan seluruh aktivitas nelayan dilakukan dalam satu area.

“Kampung nelayan ini mengintegrasikan segala kebutuhan nelayan. Maka ekosistem nelayan bisa lebih bergerak karena fasilitasnya memadai,” jelasnya.

Halim mengakui tradisi bahari masyarakat pesisir Bantul masih belum sekuat kawasan utara Jawa. Namun potensi Samudera Hindia sangat besar dan perlu dikelola optimal. Dengan infrastruktur yang baik, jumlah nelayan diharapkan meningkat dan pendapatan warga pesisir ikut terdongkrak.

Saat ini, menurut keterangan nelayan, pendapatan sekali melaut rata-rata hanya sekitar Rp125.000 per orang setelah dikurangi biaya bahan bakar dan sewa perahu.

Harapan Nelayan Poncosari

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Kuwaru, Ponijo, menyampaikan harapan besar terhadap kehadiran KNMP, terutama terkait distribusi hasil tangkapan dan penyimpanan ikan.

“Yang paling diinginkan nelayan yaitu semua hasil tangkapan bisa ter-cover dan dipermudah proses produksinya, termasuk penyimpanan karena sekarang sudah ada pabrik es,” katanya.

Selain meninjau pembangunan, Menteri KKP juga menyerahkan Kartu KUSUKA sebagai identitas tunggal nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk memudahkan akses layanan pemerintah. Pengelolaan KNMP Poncosari nantinya terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema sewa fasilitas, jasa, retribusi, dan bagi hasil.

Meski tinggal selangkah menuju penyelesaian, para nelayan menyambut KNMP Poncosari dengan optimisme. Kehadiran docking kapal, bengkel perahu, stasiun BBM, cold storage, hingga toko logistik diyakini menjadi awal baru bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas

Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas

News
| Rabu, 14 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement