Advertisement

UII Teguhkan Independensi Kampus di Tengah Tekanan Politik

Newswire
Rabu, 21 Januari 2026 - 12:57 WIB
Sunartono
UII Teguhkan Independensi Kampus di Tengah Tekanan Politik UII menegaskan independensi akademik sebagai capaian utama di usia ke-83 di tengah transisi global, disrupsi teknologi, dan tantangan pendidikan tinggi. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki usia ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan posisi strategisnya sebagai kampus yang menjaga independensi akademik di tengah kuatnya tekanan politik dan komersialisasi pendidikan tinggi, sebuah capaian yang dinilai melampaui sekadar peringkat dan akreditasi.

Ketua Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII), Prof. Suparman Marzuki, menyampaikan bahwa rekognisi nasional dan global, termasuk kontribusi alumni UII di berbagai sektor strategis bangsa, patut disyukuri. Namun, ia menekankan bahwa capaian paling hakiki UII terletak pada konsistensi menjaga kebebasan akademik dan objektivitas keilmuan.

Advertisement

“Kita patut bersyukur atas capaian akreditasi, rekognisi pemeringkatan nasional dan global, serta kontribusi alumni di berbagai lini strategis bangsa. Namun prestasi akademik yang paling hakiki adalah kemampuan UII menjaga independensi akademik,” ujar Suparman dalam pidato Milad UII, Senin (19/1/2026).

Menurut Suparman, UII selama ini konsisten hadir sebagai suara kritis yang berlandaskan objektivitas ilmiah sekaligus benteng nilai kebenaran. Di tengah derasnya arus politik praktis dan komersialisasi pendidikan, perguruan tinggi dituntut tetap menjadi ruang jernih bagi akal sehat.

“Di tengah arus politik dan komersialisasi pendidikan, UII harus tetap menjadi oase bagi akal sehat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase The Great Transition, ditandai dengan tantangan multidimensi yang semakin kompleks. Mulai dari disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomasi, krisis integritas hukum dan etika, hingga fragmentasi sosial akibat maraknya narasi yang memecah belah.

“Mesin bisa mengolah data, tetapi tidak memiliki hikmah,” kata Suparman, menegaskan peran penting nilai dan kebijaksanaan manusia dalam dunia akademik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Suparman menilai UII tidak cukup hanya bersikap adaptif, melainkan harus mengambil peran kepemimpinan. Ia memaparkan tiga agenda utama yang menjadi arah strategis pengembangan UII ke depan.

Agenda pertama adalah rekonstruksi kurikulum berbasis Ulil Albab guna membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam literasi digital, tetapi juga memiliki imunitas etis yang kuat.

“Pendidikan UII harus melahirkan manusia yang berani berkata benar di tengah kerumunan yang salah,” ujarnya.

Agenda kedua, penguatan riset berdampak tinggi yang membumi dan mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan hukum, serta krisis lingkungan.

“Ilmu yang lahir dari rahim UII harus nafi’, bermanfaat bagi masyarakat,” kata Suparman.

Agenda ketiga adalah memperkuat soliditas kolektif-kolegial antara yayasan, universitas, dan alumni sebagai satu kesatuan.

“Kekuatan UII ada pada kebersamaan. Kita adalah satu tubuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid memastikan bahwa peran UII tidak berhenti pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu serta sivitas akademika yang saat ini mengemban amanah di UII.

Ia menjelaskan bahwa sepanjang 2025, pelaksanaan berbagai program strategis UII telah diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama. Pertama, penguatan akar yang dimaknai sebagai peneguhan integritas nilai keislaman dan kebangsaan sekaligus peningkatan kapasitas internal institusi.

“Kedua, penjulangan cabang yang dimaknai sebagai peningkatan inovasi berkelanjutan untuk meraih rekognisi internasional. Ketiga yakni pelebatan buah yang mengacu pada pelebatan manfaat melalui perluasan jangkauan jejaring serta peningkatan dampak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji

Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji

News
| Senin, 26 Januari 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement