Advertisement
Sleman Temple Run 2026 Tetap Disiapkan di Tengah Efisiensi Anggaran
Sleman Temple Run. - Dok/Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ajang lari unggulan Sleman Temple Run (STR) 2026 tetap masuk agenda pariwisata daerah, meskipun sektor pariwisata terdampak signifikan kebijakan efisiensi anggaran. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan STR agar tetap menjadi magnet wisata olahraga berbasis cagar budaya.
Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, mengungkapkan STR masih memiliki daya tarik kuat bagi pelari nasional hingga mancanegara karena karakter rutenya yang melintasi kawasan candi. Menurutnya, pembahasan awal teknis penyelenggaraan sudah dilakukan, khususnya terkait konsep trail run, meski penetapan rute detail masih dalam proses.
Advertisement
“Penyelenggaraan STR memang masih lama, tetapi kami sudah mulai melakukan pembahasan, terutama untuk trail run-nya. Untuk rute, saat ini masih dibahas dan belum ditentukan akan ke mana,” kata Edy saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pola kerja sama dengan pihak ketiga tetap menjadi strategi utama sebagaimana pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Skema ini dipilih untuk menekan biaya sekaligus memastikan standar pelaksanaan tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran daerah.
BACA JUGA
Dispar Sleman sendiri termasuk organisasi perangkat daerah yang terdampak pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD). Dampak kebijakan tersebut cukup signifikan karena total anggaran Dispar terpotong hingga 62 persen, sehingga Pemkab Sleman harus melakukan refokusing pada sejumlah pos belanja.
Meski demikian, Edy optimistis antusiasme peserta Sleman Temple Run 2026 akan setara dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia menilai STR memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain karena menawarkan pengalaman berlari di kawasan cagar budaya candi.
“Event lari seperti Sleman Temple Run adalah kebanggaan kami. Tidak ada daerah lain yang memiliki rute lari melewati kawasan candi seperti ini,” ujarnya.
Edy menambahkan, di tengah maraknya event lari di berbagai daerah, inovasi menjadi kunci agar STR tetap relevan dan diminati. Selain peran penyelenggara, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pengalaman peserta.
Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah menjaga kondisi alami jalur yang biasa digunakan sebagai lintasan STR. Edy menyoroti masih adanya warga yang melakukan pengecoran jalan pada rute lari.
“Ada masyarakat yang mengetahui jalur STR justru melakukan pengecoran, menggunakan cor blok. Padahal, karakter alami jalan itulah yang menjadi daya tarik dan tantangan utama bagi para pelari,” ucapnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan perhatian serius dari Dispar Sleman. Sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar lintasan perlu diperkuat agar pelaksanaan Sleman Temple Run 2026 tidak kehilangan ciri khasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengatakan penetapan agenda STR 2026 melalui proses yang cukup panjang di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat pemangkasan TKD.
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap event tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kemudian meminta agar Sleman Temple Run tetap dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan citra pariwisata daerah.
Dalam pelaksanaannya, Dispar Sleman selama ini bekerja sama dengan komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) sebagai mitra penyelenggara. TRY bertanggung jawab mengelola pemasukan dari penjualan tiket dan sponsor, sementara Dispar memberikan dukungan sebagian dari total kebutuhan pembiayaan.
“Dana dari sponsor dan tiket sepenuhnya dikelola oleh mitra kami dan digunakan untuk fasilitas peserta serta operasional pelaksanaan Sleman Temple Run,” kata Irawati.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mengalokasikan anggaran untuk pengorganisasian masyarakat di titik-titik lintasan STR, serta kebutuhan pendukung seperti sewa panggung, tenda, meja dan kursi, genset, sound system, hingga konsumsi dalam kegiatan jumpa pers, yang seluruhnya menjadi bagian dari rangkaian persiapan Sleman Temple Run 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Tragedi N-Max Bonceng Tiga: Dua Pelajar Tewas di Sanden Bantul
- Petani Pesisir Gunungkidul Mulai Panen Padi Gogo di Lahan Kering
- Keselamatan Terancam, KBM SDN Kokap Direlokasi ke Eks SD Kanisius
- PKL Alun-Alun Wonosari di Taman Kuliner, Pedagang Lama Sambut Hangat
- Retribusi TPI Tak Capai Target, PAD Perikanan 2025 Baru 61 Persen
Advertisement
Advertisement




