Advertisement

Rehabilitasi Embung Sleman 2026, Tiga Lokasi Disiapkan DPUPKP

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 27 Januari 2026 - 15:47 WIB
Maya Herawati
Rehabilitasi Embung Sleman 2026, Tiga Lokasi Disiapkan DPUPKP Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya penguatan pengelolaan sumber daya air terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengajukan rehabilitasi tiga embung yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan utara Sleman, dengan fokus pada perbaikan struktur serta fungsi tampungan air.

Saat ini, DPUPKP Sleman tengah menyusun dokumen teknis sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan lelang pekerjaan rehabilitasi embung tersebut. Dokumen ini menjadi prasyarat utama agar proses pengadaan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Advertisement

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, mengungkapkan tiga embung yang diusulkan untuk direhabilitasi berada di lokasi berbeda. Ketiganya meliputi Embung Barepan di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan; Embung Klampeyan di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati; serta Embung Karanggeneng di Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem.

Selain usulan rehabilitasi oleh Pemkab Sleman, sejumlah embung lain juga masuk dalam rencana perbaikan yang akan ditangani Pemerintah Provinsi DIY dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Embung yang dimaksud antara lain Embung Kaliaji di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi; Embung Pancoh di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi; serta Embung Klampeyan di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

“Embung Tlompe akan ditangani BBWSSO, sementara embung lainnya ditangani oleh Pemerintah Provinsi DIY. Informasi sementara yang saya terima seperti itu,” kata Nurrochmawardi, Senin (27/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tiga embung yang diusulkan rehabilitasi mengalami kerusakan dengan karakteristik berbeda-beda, namun umumnya disebabkan sumbatan dan gangguan pada struktur saluran.

“Embung Barepan mengalami kerusakan pada saluran outlet sepanjang 365 meter serta kantong lumpur. Di Embung Karanggeneng, perbaikan difokuskan pada saluran inlet. Sementara Embung Klampeyan membutuhkan rehabilitasi kantong lumpur, perbaikan talud sepanjang 50 meter, serta drainase embung sepanjang 50 meter,” ujarnya.

Untuk mendukung rehabilitasi ketiga embung tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,01 miliar. Proses pengadaan barang dan jasa ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026, dengan pelaksanaan kontrak pekerjaan direncanakan dimulai pada Mei 2026.

Di sisi lain, Pemkab Sleman juga tengah memproses pembangunan embung baru di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi. Proyek ini direncanakan akan ditangani oleh BBWSSO sebagai bagian dari penguatan konservasi air di wilayah lereng Merapi.

Dalam perencanaan awal, embung yang diberi nama Embung Watu Kucir tersebut dirancang memiliki luasan sekitar 3.000 meter persegi dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp8 miliar yang bersumber dari APBD. Namun, seiring dilakukannya peninjauan ulang terhadap detail engineering design (DED), luasan dan nilai anggaran berpotensi mengalami penyesuaian.

“Embung yang dibangun di atas tanah kas desa ini pada dasarnya difungsikan untuk konservasi air tanah,” katanya.

Meski berorientasi pada fungsi konservasi, pengembangan embung tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sebagai ruang publik. Penambahan fasilitas seperti jogging track serta sarana penunjang lainnya memungkinkan embung menjadi titik aktivitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sidang Tipikor: Ahok Klaim Sistem Pengadaan Pertamina Bersih

Sidang Tipikor: Ahok Klaim Sistem Pengadaan Pertamina Bersih

News
| Selasa, 27 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement