Advertisement
Investasi DIY 2025 Lampaui Target Nasional, Segini Nilainya
Foto ilustrasi investasi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Realisasi investasi DIY 2025 melampaui target nasional dan menembus Rp8,4 triliun atau 181,8 persen dari target Rp4,6 triliun, mempertegas daya saing Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tengah kompetisi penanaman modal nasional.
Capaian tersebut menguatkan posisi DIY sebagai destinasi investasi yang dinilai stabil, dengan dominasi sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebagai penopang utama pertumbuhan sepanjang 2025.
Advertisement
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Imam Pratanadi, menyebut lonjakan realisasi investasi DIY 2025 menjadi indikator kuat terjaganya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di wilayah ini.
“Realisasi investasi untuk tahun 2025 sebesar Rp8,4 triliun, mencapai 181,8 persen dari target nasional tahun 2025 sebesar Rp4,6 triliun,” ujar Imam kepada Harianjogja.com, Jumat (30/1/2026).
Dari sisi sektoral, investasi DIY 2025 masih didominasi sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan kontribusi hampir separuh total realisasi. Nilainya mencapai sekitar Rp4 triliun atau 47,5 persen dari keseluruhan investasi.
Sektor hotel dan restoran berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp1,2 triliun atau 14,7 persen. Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp944 miliar atau 11,2 persen. Komposisi tersebut dinilai relatif konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi masih mendominasi,” kata Imam.
Berdasarkan distribusi wilayah, Kabupaten Sleman mencatatkan serapan investasi terbesar sepanjang 2025 dengan nilai Rp4,8 triliun, yang mayoritas berasal dari sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Kota Jogja menempati posisi kedua dengan realisasi sekitar Rp2,1 triliun, didorong terutama oleh sektor hotel dan restoran. Kabupaten Bantul membukukan investasi sekitar Rp754 miliar dengan dominasi industri kertas dan percetakan.
Kabupaten Kulonprogo menyerap investasi sekitar Rp527 miliar yang ditopang sektor konstruksi. Adapun Kabupaten Gunungkidul mencatatkan realisasi sekitar Rp157 miliar, didominasi industri barang dari kulit dan alas kaki.
“Faktor pendukung utamanya karena infrastruktur yang ada lebih baik, sehingga investor lebih tertarik masuk,” tandasnya.
Terkait arah kebijakan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tidak secara khusus mendorong klasterisasi investasi berbasis wilayah. Selektivitas lebih difokuskan pada karakter investasi yang masuk ke DIY.
“Kami lebih memilih investasi yang tidak membutuhkan lahan luas, lebih ke knowledge based investment atau berbasis sumber daya manusia yang unggul,” kata Imam.
Sementara itu, untuk pengembangan kawasan industri Piyungan dan Sentolo, Imam menyebut sudah terdapat minat dari investor meski skalanya belum signifikan. Pemda DIY terus berupaya meningkatkan daya tarik kawasan tersebut agar mampu menyerap investasi lebih besar seiring tren investasi DIY 2025 yang terus menunjukkan performa positif.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Audit Polda DIY Ungkap Dugaan Kelalaian Pengawasan di Polresta Sleman
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
- Harga Sayuran di Bantul Anjlok saat Panen Raya, Pedagang Mengeluh
- Galon Bekas dan Biopori Tekan Sampah Warungboto Jogja hingga 50 Persen
- Pemkab Bantul Bebaskan Pajak LP2B dan Siapkan Seragam Gratis di 2026
Advertisement
Advertisement




