Advertisement
Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
Logo Pemkot Jogja (Harian Jogja)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memastikan hingga kini belum ditemukan kasus infeksi virus Nipah di wilayah Kota Jogja maupun secara nasional. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis berisiko tinggi tersebut.
Virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai reservoir utama. Posisi Indonesia yang berdekatan dengan sejumlah negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) Nipah membuat potensi risiko tetap perlu diantisipasi.
Advertisement
Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (5/2/2026), Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Solikhin Dwi Ramtana, menjelaskan bahwa beberapa negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Filipina, Bangladesh, dan India tercatat pernah melaporkan wabah virus Nipah. Virus ini pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada periode 1998–1999.
Seusai dilakukan berbagai penelitian, ditemukan bukti keberadaan virus Nipah pada reservoir alami berupa kelelawar buah jenis Pteropus sp di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan langkah antisipasi di daerah, termasuk di Kota Jogja.
BACA JUGA
Merespons potensi risiko tersebut, Dinkes Kota Jogja memperketat sistem surveilans kesehatan dengan memantau gejala klinis yang menyerupai infeksi virus Nipah di seluruh puskesmas. Pemantauan dilakukan melalui deteksi kasus Influenza Like Illness (ILI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Seusai meninjau data pemantauan terbaru, Solikhin memastikan belum ditemukan tren peningkatan kasus yang mengarah pada dugaan infeksi Nipah. Ia menyebut fluktuasi kasus ISPA yang sempat terjadi pada akhir tahun lalu lebih dipengaruhi oleh isu “super flu”, bukan indikasi penyakit zoonosis tersebut.
Virus Nipah memiliki gejala awal berupa demam tinggi akut yang dapat berkembang cepat menjadi gangguan saraf berat seperti kejang hingga penurunan kesadaran. Tingkat kematian penyakit ini tergolong tinggi, berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, karena kemampuannya menyerang jaringan otak.
Seusai memberikan instruksi kepada seluruh petugas puskesmas, Dinkes Kota Jogja meminta agar setiap temuan gejala yang mengarah pada infeksi Nipah segera dilaporkan secara berjenjang untuk penanganan cepat dan terkoordinasi. Langkah ini dinilai krusial guna mencegah keterlambatan respons apabila kasus mencurigakan muncul.
Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pencegahan dengan menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Dinkes mengimbau warga tidak mengonsumsi buah yang rusak atau tampak bekas gigitan hewan, serta memastikan nira atau air sadapan kelapa dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
Kewaspadaan dan Gejala Virus Nipah:
| Aspek Informasi | Detail Penjelasan |
| Sumber Penularan | Kelelawar Buah (Reservoir), Hewan Ternak (Babi), Manusia ke Manusia |
| Gejala Awal | Demam Tinggi Akut, ISPA, Nyeri Kepala |
| Gejala Berat | Penurunan Kesadaran (Ensefalitis), Kejang-kejang |
| Tingkat Kematian | Sangat Tinggi (40% - 75%) |
| Langkah Pencegahan | Masak Makanan Matang, Cuci Buah, Hindari Bekas Gigitan Hewan |
| Status di Indonesia | Nihil Kasus (Hingga Februari 2026) |
Seusai menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), masyarakat diingatkan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta memasak daging ternak hingga benar-benar matang. Langkah sederhana ini dinilai efektif menekan risiko penularan penyakit zoonosis di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Ekspor Bantul 2026 Ditargetkan USD 120 Juta, Global Jadi Tantangan
- DLH Bantul Bangun 4 RTH pada 2026, Jogging Paseban Anggaran Terbesar
- Kue Keranjang Kampung Tukangan Jogja Bertahan Sejak Pra-Kemerdekaan
- Tiga Jembatan di Sleman Dibongkar 2026, DPUPKP Diganti Bangunan Baru
- Fina Mahardhika Luncurkan Buku Reflektif, Siap Diolah Jadi Pertunjukan
Advertisement
Advertisement



