Advertisement
Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
Sidam Miharjo, salah seorang perajin genteng di Kalurahan Sambirejo, Ngawen saat memperlihatkan cetakan genteng yang dijemur di halaman tempat produksi, Kamis (5/2/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perajin genteng tanah liat di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul menyatakan dukungan terhadap program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai tidak hanya menguntungkan sektor usaha rakyat, tetapi juga lebih aman dan tahan lama dibandingkan material atap lain.
Dukungan itu disampaikan para perajin seusai mendengar rencana pemerintah mendorong penggunaan genteng tanah liat sebagai atap bangunan. Salah satu perajin senior Sambirejo, Sidam Miharjo, mengaku menyambut positif kebijakan tersebut meskipun tidak berorientasi semata pada peningkatan penjualan.
Advertisement
“Tidak beli di tempat saya bukan masalah. Tapi, program ini [gentengisasi] bagus dan kami mendukungnya,” kata Sidam, Kamis (5/2/2026).
Sidam menegaskan, keunggulan genteng tanah liat menjadi alasan utama dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, penggunaan material atap lain seperti galvalum atau seng justru berisiko menimbulkan panas berlebih pada bangunan.
BACA JUGA
“Ada salah satu pondok yang beberapa kali terbakar dan penyebabnya karena menggunakan atap galvalume sehingga membuat panas sehingga memicu terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Kondisi berbeda dirasakan pada bangunan yang menggunakan genteng tanah liat karena suhu ruangan di bawahnya lebih sejuk. Selain itu, Sidam menyebut daya tahan genteng jauh lebih lama dibandingkan galvalum.
“Genteng juga tahan lama ketimbang galvalume,” katanya.
Sidam mengungkapkan, ia telah menekuni usaha pembuatan genteng sejak 1968 dan hingga kini masih aktif berproduksi. Dengan mengoperasikan tiga mesin cetak, tempat usahanya mempekerjakan delapan orang pekerja.
“Ada delapan pekerja yang membantu membuat genteng. Setiap harinya bisa memroduksi sebanyak 1.500 lembar genteng,” ujarnya.
Terkait harga, Sidam menjelaskan penjualan genteng disesuaikan dengan jenisnya. Genteng mantili dijual dengan harga Rp1.750 per lembar, sedangkan genteng press biasa dipasarkan sekitar Rp1.500 per lembar.
“Yang beli sudah banyak karena hampir dari seluruh Gunungkidul. Selain itu, juga ada dari Wonogiri, Klaten, Kota Jogja, Semarang hingga Temanggung,” katanya.
Perajin lain di Sambirejo, Yatin, turut menilai program gentengisasi Presiden Prabowo sebagai langkah yang sangat baik. Meski demikian, ia menegaskan para perajin tetap fokus menjaga keberlanjutan produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
“Kita terus produksi. Untuk bahan baku tanah diambil dari Bayat, Klaten dengan campuran kaolin yang dibeli dari Karangsari di Kapanewon Semin,” kata Yatin.
Menurut Yatin, Kalurahan Sambirejo telah lama dikenal sebagai sentra genteng di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini terdapat sekitar delapan perajin aktif yang melibatkan puluhan warga lokal dalam proses produksi.
“Kami gunakan tenaga lokal sehingga warga sekitar juga bisa ikut merasakan manfaat dari tempat produksi genteng,” katanya.
Program gentengisasi diharapkan mampu memperkuat ekonomi berbasis kerajinan rakyat sekaligus mendorong penggunaan material bangunan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Keberadaan sentra genteng Sambirejo dinilai siap menjadi penopang kebijakan tersebut jika direalisasikan secara nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Fina Mahardhika Luncurkan Buku Reflektif, Siap Diolah Jadi Pertunjukan
- Nyadran Makam Sewu Wijirejo Bantul Digelar 9 Februari 2026
- RSUD Wates Kembangkan Operasi Minim Sayatan, Pemulihan Lebih Cepat
- Kemiskinan di Dlingo Ditekan Lewat Agroforestry dan Kelapa Kopyor
- PSS Sleman Hadapi Empat Laga Tandang di Putaran Ketiga
Advertisement
Advertisement



