Advertisement

BPPTKG Tegaskan Aktivitas Gunung Merapi Normal Setelah Gempa Pacitan

Catur Dwi Janati
Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:07 WIB
Maya Herawati
BPPTKG Tegaskan Aktivitas Gunung Merapi Normal Setelah Gempa Pacitan Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist - BPPTKG

Advertisement

SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi dipastikan tetap normal dan tidak mengalami peningkatan usai gempa Pacitan berkekuatan Magnitudo 6,4 yang terjadi Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB, sebagaimana ditegaskan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Gempa tektonik yang berpusat di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tersebut sempat dirasakan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski getarannya menjangkau wilayah DIY, Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak memengaruhi dinamika vulkanik Gunung Merapi.

Advertisement

"Mboten wonten [tidak ada], mandali insyaallah," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Agus menjelaskan, getaran gempa turut terekam di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan-Magelang serta Stasiun pemantauan kegempaan di Gunung Merapi. Namun, berdasarkan parameter pemantauan kegempaan maupun deformasi melalui Ground-Based Interferometric Synthetic Aperture Radar (GB-InSAR) di Stasiun Turgo dan Babadan, tidak ditemukan anomali data pascagempa.

"Betul, terekam di jaringan seismik Merapi. Tidak tercatat adanya anomali baik itu di data seismik dan deformasi," tegasnya.

Laporan aktivitas vulkanik periode pukul 00.00–06.00 WIB mencatat 19 gempa guguran dengan amplitudo 2–49 mm dan durasi 70,6–157,36 detik. Dalam rentang waktu yang sama, terjadi satu kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Sementara itu, pada periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, kembali tercatat 19 gempa guguran dengan amplitudo 2–35 mm dan durasi 47,2–163,67 detik. Pada interval waktu tersebut tidak dilaporkan adanya guguran lava.

Sebelumnya, dua gempa tektonik juga terjadi di sekitar wilayah DIY pada Selasa (27/1/2026). Peristiwa tersebut turut dirasakan hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan-Magelang dan terekam di Stasiun pemantauan kegempaan di Gunung Merapi.

Meski getarannya terpantau hingga pos pengamatan, Agus menyatakan tidak terdapat indikasi peningkatan aktivitas Gunung Merapi seusai dua gempa tektonik tersebut.

"Stasiun pemantauan kegempaan di Gunung Merapi juga merekam gempa tersebut. Sampai dengan saat ini tidak tampak adanya tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Merapi," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa baik parameter pemantauan kegempaan maupun deformasi melalui Ground-Based Interferometric Synthetic Aperture Radar (GB-InSAR) di Stasiun Turgo dan Babadan tidak menunjukkan adanya anomali data setelah kejadian gempa tektonik.

"Baik dari parameter pemantauan kegempaan maupun deformasi Ground-Based Interferometric Synthetic Aperture Radar (GB-InSAR) Stasiun Turgo dan Babadan tidak menunjukkan anomali data setelah kejadian tersebut," tegasnya.

Saat ini, status Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, yakni Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, potensi meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km serta Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.

"Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," jelasnya.

Di sisi lain, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah potensi bahaya. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona rawan tersebut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gibran Tegaskan Fokus Kawal Program Prabowo Meski Isu 2029 Muncul

Gibran Tegaskan Fokus Kawal Program Prabowo Meski Isu 2029 Muncul

News
| Jum'at, 06 Februari 2026, 21:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement