Advertisement
Atap Pengganti Tiba, Perbaikan Pasar Induk Godean Sleman Segera
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memastikan perbaikan atap Pasar Induk Godean segera digulirkan setelah material pengganti yang dipesan dari luar daerah tiba pada akhir pekan ini. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kenyamanan dan keamanan aktivitas pedagang serta pengunjung pasar menyusul dampak cuaca ekstrem dalam sebulan terakhir.
Pasar Induk Godean yang mulai beroperasi sekitar tiga bulan terakhir hingga Februari 2026 terus menjalani penyempurnaan fisik. Upaya ini dilakukan sejak awal pembukaan pasar guna memastikan fasilitas berfungsi optimal dan aman digunakan masyarakat.
Advertisement
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menjelaskan penyempurnaan fisik ringan pasar dilaksanakan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kegiatan perbaikan tersebut telah dimulai sejak awal Februari 2026.
"Selain itu kami juga telah mengupayakan penyempurnaan fisik melalui bantuan tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk mengatasi tempias sebelum pasar induk digunakan dan saat itu sudah tertangani," terang Mae, Minggu (8/2/2026).
BACA JUGA
Salah satu fokus utama penyempurnaan fisik adalah perbaikan atap. Mae menegaskan, kebocoran yang sebelumnya terjadi di sejumlah kios telah ditangani dan tidak berlangsung terus-menerus sejak awal operasional pasar.
"Untuk kebocoran di beberapa kios juga sudah tertangani. Jadi tidak benar jika ada informasi bahwa terkait atap Pasar Induk Godean dari awal operasional sampai saat ini belum teratasi," tuturnya.
Mae menjelaskan, permasalahan kebocoran di Pasar Induk Godean disebabkan oleh tempias air hujan yang terbawa angin kencang. Kondisi tersebut bersifat kasuistis dan terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sleman dalam beberapa waktu terakhir.
"Permasalahan bocor dan kondisi air masuk karena tempias air hujan yang terbawa angin kencang akibat cuaca ekstrem dalam sebulan terakhir ini merupakan hal kasuistis yang memberikan dampak kerusakan lain pada atap yang harus segera kita tangani perbaikannya dengan APBD," tegasnya.
Proses perbaikan atap disebut tidak dapat dilakukan secara cepat karena keterbatasan ketersediaan material. Mae menyebutkan, jenis atap yang digunakan Pasar Induk Godean hanya diproduksi dan didistribusikan di beberapa daerah tertentu.
Menurutnya, distributor atap yang sama dengan spesifikasi Pasar Induk Godean hanya tersedia di Bogor, Surabaya, dan Medan. Disperindag Sleman kemudian memesan material dari distributor terdekat.
"Untuk perbaikan atap, tidak dapat cepat karena distributornya hanya ada di Bogor, Surabaya, Medan, dan kami pesan ke distributor terdekat. Atap pengganti yang rusak hari Minggu ini 8 Februari dipastikan sudah kami terima, dan sudah saya perintahkan tim teknis agar segera dipasang," tandas Mae.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Heffi Sulistiyawan, menyampaikan pemasangan atap pengganti akan segera dilakukan. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan.
"Minggu ini atap pengganti kami pastikan siap dan Senin besok atap segera dipasang. Cuma nanti kita lihat kondisi cuaca, karena kemiringan atap hampir 90 derajat kalau kondisi hujan, tidak mungkin dilakukan pemasangan atap pengganti," tandas Iwan.
Iwan menambahkan, kualitas bahan atap pengganti yang telah tiba dipastikan sesuai dengan spesifikasi awal. Proses pemasangan nantinya akan mengikuti teknis pemasangan atap bitumen.
"Untuk saat ini prioritas perbaikan atap dilakukan kurang lebih seluas 80 meter persegi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Thailand Kembali Mencoblos di Tengah Krisis Politik Berkepanjangan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- PKB DIY Dorong Politik Solutif dan Inklusif di Kepengurusan Baru
- Menkop Dorong Kopdes Merah Putih Produksi Genteng Teknologi Baru
- Logistik Permakanan BPBD Sleman Habis, Pengadaan Tunggu Instruksi
- Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil
- DPKP DIY Gelar Gerakan Pangan Murah di Delapan Titik hingga Maret 2026
Advertisement
Advertisement



