Advertisement
Lagi, Pohon Beringin Tumbang di Makam Raja Mataram Kotagede
Petugas gabungan saat mengevakuasi pohon beringin yang tumbang di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Banguntapan, Rabu (11 - 2) sore. Dokumentasi Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pohon beringin tumbang di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Banguntapan, Rabu (11/2) sore, mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp35 juta.
Insiden terjadi akibat patahnya dahan berukuran besar yang sudah dalam kondisi keropos dan diperparah oleh angin kencang. Dahan tersebut masih satu rumpun dengan pohon beringin yang sebelumnya tumbang karena cuaca ekstrem di kawasan yang sama.
Advertisement
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyampaikan bahwa dahan yang patah memiliki diameter sekitar 70 sentimeter dengan ranting dan daun yang rimbun sehingga menimpa area cukup luas.
"Petugas sudah mengevakuasi dahan yang tumbang dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.
BACA JUGA
Dampak kejadian tersebut merusak rangka tratak besi berukuran 3x10 meter serta sekitar 15 lembar atap seng di bangunan penyewaan pakaian adat milik warga setempat. Selain itu, satu sepeda motor dan satu mobil yang terparkir di lokasi juga tertimpa dahan.
"Selain itu, satu sepeda motor dan satu mobil juga ikut tertimpa. Estimasi kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp35 juta," katanya.
Penanganan dilakukan oleh unsur gabungan BPBD Bantul bersama relawan dan warga sekitar. Hingga berita ini ditulis, proses pembersihan serta pengamanan lokasi masih berlangsung guna memastikan area kembali aman bagi pengunjung dan masyarakat.
Antoni menambahkan, apabila tidak segera ditangani, sisa dahan dan struktur pohon yang terdampak berpotensi membahayakan aktivitas warga, termasuk area parkir dan usaha penyewaan busana adat di sekitar kompleks tersebut.
"Pohon beringin tersebut tercatat sebagai milik Kraton Jogja dan tengah kami koordinasikan untuk antisipasi insiden susulan jika terjadi angin kencang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pembakaran Fasilitas Polisi, Mahasiswa UNY Dituntut 1 Tahun
- Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja, Rabu 11 Februari 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 11 Februari 2026
- KID DIY Dorong Akses Informasi Terbuka untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Advertisement
Advertisement



