Advertisement

Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran Sungai Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:17 WIB
Sunartono
Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran Sungai Jogja Sungai Code di Kota Jogja. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pencemaran sungai di Kota Jogja masih didominasi limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke badan sungai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat bakteri E. coli tetap menjadi parameter pencemar paling dominan berdasarkan hasil pemantauan kualitas air dari tahun ke tahun.

Temuan tersebut menguat setelah DLH melakukan pemantauan rutin dan uji laboratorium terhadap kualitas air sungai di wilayah Kota Jogja. Secara umum, kondisi sungai masih masuk kategori tercemar meskipun terdapat fluktuasi indeks kualitas air dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Feri Edi Sunantyo, menuturkan salah satu sumber pencemar terbesar berasal dari saluran pembuangan limbah rumah tangga yang langsung terhubung ke badan sungai.

“Saluran-saluran ilegal yang masuk ke badan sungai itu banyak sekali. Tidak hanya itu, drainase yang seharusnya untuk air hujan, pada praktiknya meski tidak ada hujan tetap ada aliran air. Itu berarti ada limbah yang dibuang ke dalamnya,” katanya, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Feri, limbah domestik menjadi kontributor signifikan terhadap penurunan kualitas air sungai. Berdasarkan data pemantauan 2020–2024, tren kualitas air sungai di Kota Jogja sempat mengalami penurunan. Pada 2023–2024 memang terjadi kenaikan angka indeks kualitas air, namun statusnya masih tergolong tercemar.

“Secara umum memang ada kenaikan di 2023–2024, tetapi tetap dalam kondisi jelek atau tercemar,” katanya.

Pada 2025, pengukuran kualitas air menggunakan metode baru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Secara nominal, hasilnya tampak lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, perubahan metode perhitungan membuat status sungai tetap dinyatakan tercemar.

Ia menambahkan, bakteri E. coli masih menjadi parameter pencemar paling dominan. Selain itu, ditemukan pula kandungan fosfat dan bahan pencemar organik lainnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan.

DLH Kota Jogja terus melakukan pengawasan dan mendorong perbaikan sistem sanitasi warga guna menekan pembuangan limbah langsung ke sungai. Masyarakat juga diimbau tidak menyalahgunakan saluran drainase sebagai tempat pembuangan limbah, mengingat fungsi utama drainase adalah untuk mengalirkan air hujan, bukan limbah domestik yang berpotensi memperparah pencemaran sungai di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Perahu Migran Terbalik di Kreta, 5 Tewas dan 25 Hilang

Perahu Migran Terbalik di Kreta, 5 Tewas dan 25 Hilang

News
| Minggu, 22 Februari 2026, 00:27 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement