Advertisement

BPBD Bantul Pertahankan Status Siaga di Tengah Cuaca Ekstrem

Yosef Leon
Rabu, 25 Februari 2026 - 12:37 WIB
Maya Herawati
BPBD Bantul Pertahankan Status Siaga di Tengah Cuaca Ekstrem Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan status siaga darurat bencana tetap dipertahankan meski cuaca ekstrem masih melanda wilayah DIY dan sekitarnya. BPBD Bantul memilih fokus pada mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat karena dampak bencana dinilai belum signifikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin menjelaskan status siaga darurat bencana saat ini masih berlaku hingga 24 April 2026 sesuai prediksi kondisi cuaca beberapa bulan ke depan yang masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Advertisement

"Karena cuacanya kan masih cukup ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologinya masih tinggi," katanya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, peningkatan status menjadi tanggap darurat belum diperlukan karena skala kejadian bencana yang terjadi sejauh ini masih relatif kecil dan tidak berdampak luas terhadap masyarakat. Kondisi tersebut berbeda dengan kejadian putusnya jalan di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri pada tahun lalu yang memerlukan penetapan tanggap darurat selama 14 hari.

"Saat itu kami tetapkan tanggap darurat bencana karena kerusakannya cukup masif, lalu menyasar banyak infrastruktur. Harus ada perbaikan darurat dan segera," ungkapnya.

Mujahid menambahkan periode akhir Februari hingga Maret diperkirakan menjadi puncak musim hujan, namun status siaga darurat masih dianggap cukup untuk kebutuhan penanganan bencana. BPBD bersama instansi terkait juga telah membentuk pos siaga banjir, tanah longsor, dan angin kencang di berbagai wilayah sejak Oktober 2025 dan hingga kini masih aktif.

"Kami sudah membentuk pos banjir tanah longsor dan angin kencang sejak Oktober 2025 lalu dan masih aktif sampai sekarang. Pos induknya ada di BPBD Bantul. Lalu pos wilayahnya itu di semua kalurahan," ujarnya.

Melalui pos tersebut, koordinasi antara relawan, petugas BPBD, dan instansi lain diharapkan berjalan lebih optimal ketika terjadi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna mengurangi risiko.

"Masyarakat juga kami imbau selalu waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di wilayah DIY berpotensi terjadi pada periode 23–28 Februari 2026. Warga diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono mengatakan pihaknya akan terus memperbarui informasi cuaca selama periode tersebut agar masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini. Kesiapsiagaan warga dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko dampak bencana, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di kawasan rawan hidrometeorologi. Dengan status siaga darurat bencana yang masih berlaku, koordinasi lintas instansi dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan mampu mengurangi dampak cuaca ekstrem di Bantul dan wilayah DIY secara umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Anggota Brimob Terancam 15 Tahun Penjara dalam Kasus Tual

Anggota Brimob Terancam 15 Tahun Penjara dalam Kasus Tual

News
| Rabu, 25 Februari 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement