Advertisement
Musala Ngepohsari Bantul Roboh Tergerus Erosi Sungai Oya
Penampakan Musala Ngepohsari di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul roboh setelah tanah di bawahnya tergerus erosi Sungai Oya, Rabu (25/2 - 2026). Dokumentasi Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagian bangunan Musala Ngepohsari di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, roboh setelah tanah di bawahnya tergerus erosi Sungai Oya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) dini hari, bertepatan dengan waktu sahur warga.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sriharjo, Oman, menjelaskan bangunan musala tidak ambruk secara keseluruhan. Namun, bagian sisi utara mengalami kerusakan cukup parah akibat retakan tanah yang terus melebar.
Advertisement
“Musala roboh pagi tadi saat jam-jam sahur. Tidak roboh total, tetapi hanya sebagian,” ujar Oman, Rabu.
Ia mengungkapkan, pada awal musim hujan jarak bangunan musala dengan aliran Sungai Oya masih sekitar 30 meter. Namun sejak pertengahan Februari 2026, mulai muncul retakan tanah akibat gerusan arus sungai yang semakin deras.
BACA JUGA
Retakan tersebut terus bergerak ke arah utara hingga akhirnya menyebabkan struktur bangunan tidak lagi mampu menahan beban.
“Retakannya terus merambat ke utara dan akhirnya membuat sebagian musala roboh,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Oman menyebut, tiga hari sebelum insiden, pengurus musala bersama FPRB telah mengarahkan jemaah untuk menghentikan seluruh aktivitas ibadah di lokasi.
Salat berjamaah, termasuk salat Tarawih, telah dialihkan ke musala lain di wilayah sekitar.
“Korban nihil. Sejak tiga hari sebelumnya sudah kami arahkan untuk pindah tempat ibadah,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga juga sempat melakukan kerja bakti pada Selasa (24/2/2026) dengan menurunkan genting bangunan. Namun pembongkaran tidak dilakukan secara sengaja.
“Kami tidak merobohkan. Memang sudah diperkirakan akan roboh sendiri karena retakan tanah terus bergerak,” ungkap Oman.
Terkait rencana pembangunan kembali, hingga kini belum ada pembahasan lanjutan. Pasalnya, di wilayah tersebut masih tersedia satu masjid dan satu musala lain yang masih layak digunakan.
“Untuk sementara belum ada rencana pembangunan ulang. Kegiatan ibadah dipindahkan dulu karena fasilitas masih mencukupi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Aplikasi Angkotku Mulai Jalan, Warga Bantul Belum Bisa Akses
- Polisi Bongkar Kronologi Remaja Diamankan di Bantul
- Crossway Terendam Bertahun-Tahun, Warga Gedangsari Minta Jembatan Baru
Advertisement
Advertisement









