Advertisement
Beli Wajib Pakai KTP, Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman
Pemilik pangkalan di Kalurahan Bulurejo, Semin sedang menunggu pengiriman gas bersubidi dari agen di Jalan Semin-Manyaran, Senin (2/3/2026). - Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Stok LPG 3 kg di Gunungkidul dipastikan aman dengan alokasi kuota mencapai 5.948.000 tabung sepanjang 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah melalui pengawasan distribusi memastikan gas bersubsidi tersebut tepat sasaran hingga ke warga penerima manfaat.
Advertisement
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagin) Gunungkidul, Ris Heryani, menyampaikan hingga awal Maret 2026 kondisi pasokan LPG 3 kg di pasaran masih stabil tanpa kendala berarti.
Pengawasan distribusi dilakukan secara ketat agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan gas melon bersubsidi di lapangan.
BACA JUGA
Berdasarkan data penyaluran, hingga akhir Januari 2026 sebanyak 568.420 tabung LPG 3 kg telah tersalurkan ke berbagai kapanewon di Gunungkidul. Sementara data Februari masih dalam proses rekapitulasi, namun serapan diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Fokus pengawasan saat ini diarahkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan gas bersubsidi oleh sektor usaha besar maupun program sosial pemerintah.
Salah satu perhatian khusus adalah memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan LPG 3 kg dalam program makan bergizi gratis.
Ris Heryani menegaskan penggunaan gas melon hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu sehingga lembaga layanan publik tidak diperbolehkan memanfaatkan gas subsidi tersebut.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg yang naik dari Rp15.500 menjadi Rp18.000 per tabung sejak akhir 2024.
Di tingkat pangkalan, distribusi LPG 3 kg Gunungkidul disebut berjalan lancar. Suharjono, pemilik pangkalan di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, mengungkapkan pasokan dari agen rutin dikirim satu hingga dua kali setiap pekan sesuai kuota masing-masing pangkalan.
Ia juga menyebut pola konsumsi masyarakat kini lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu karena adanya aturan pembelian menggunakan KTP elektronik (KTP-el).
Kondisi serupa dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kapanewon Ponjong. Amaliya Damayanti, warga Sumbergiri, menyebut LPG 3 kg masih mudah ditemukan di warung sekitar rumah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kelancaran distribusi LPG 3 kg Gunungkidul ini diharapkan terus terjaga seiring komitmen pemerintah daerah memantau pangkalan agar mematuhi aturan penggunaan KTP-el dalam setiap transaksi, sehingga pemerataan distribusi gas bersubsidi tetap adil bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






