Advertisement

Sampah Lebaran Diprediksi Naik 20 Persen, DLH Jogja Siapkan Strategi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 17 Maret 2026 - 22:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Sampah Lebaran Diprediksi Naik 20 Persen, DLH Jogja Siapkan Strategi Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mempercepat pengosongan hampir seluruh depo sampah sebagai langkah antisipasi lonjakan volume sampah selama libur Lebaran 2026. Upaya ini dibarengi dengan ajakan kepada masyarakat untuk mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya.

Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufik, menyebutkan volume sampah harian selama Lebaran diperkirakan meningkat sekitar 15% hingga 20% dibanding hari biasa.

Advertisement

Menurutnya, jenis sampah yang mendominasi adalah sampah organik basah, terutama sisa makanan dan sayur-mayur, seiring meningkatnya aktivitas berkumpul keluarga saat Hari Raya.

“Prediksi kami sampah yang banyak muncul adalah sampah organik basah seperti sisa makanan dan sayur karena biasanya saat Lebaran banyak kegiatan kumpul keluarga,” katanya, Selasa (17/3/2026).

Berkaca pada pengalaman Lebaran dan Tahun Baru sebelumnya, peningkatan timbulan sampah dalam rentang tersebut dinilai konsisten, sehingga menjadi dasar perencanaan penanganan tahun ini.

DLH pun menargetkan seluruh depo sampah sudah dalam kondisi kosong maksimal pada Selasa (17/3/2026), agar siap menampung lonjakan sampah saat libur Nyepi dan Lebaran.

“Mulai Selasa ini [depo sampah] sudah kosong semua, sehingga siap untuk mengantisipasi libur Nyepi dan Lebaran,” ujarnya.

Setelah proses pengosongan rampung, DLH akan mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui titik-titik kumpul yang telah disiapkan di setiap wilayah. Sistem ini memungkinkan pemilahan antara sampah organik dan anorganik sejak awal, sehingga mengurangi beban depo.

Selain itu, DLH juga menggandeng pihak pengelola atau offtaker untuk mempercepat penanganan sampah organik. Sampah basah nantinya akan langsung diambil dari titik kumpul tanpa harus menumpuk di depo.

“Jadi nanti di hari-hari libur Lebaran itu sampah organik basah bisa langsung diambil oleh offtaker sehingga tidak menambah volume di depo,” jelasnya.

DLH turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menekan volume sampah, khususnya selama mudik dan perayaan Lebaran. Warga disarankan menggunakan wadah makanan yang dapat dipakai ulang, membawa kantong belanja sendiri, serta menghindari plastik sekali pakai dan styrofoam.

Selain itu, masyarakat juga diminta membeli makanan secukupnya guna menghindari pemborosan, serta membawa perlengkapan salat pribadi saat Salat Idulfitri untuk mengurangi sampah di lokasi ibadah.

DLH juga mendorong panitia Salat Idulfitri di tiap wilayah membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah, guna memastikan area tetap bersih setelah kegiatan ibadah berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mudik Gratis BUMN 2026, InJourney Layani Ribuan Pemudik

Mudik Gratis BUMN 2026, InJourney Layani Ribuan Pemudik

News
| Rabu, 18 Maret 2026, 02:17 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement