Advertisement
HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, memberi keterangan kepada media di Sekretariat Nayantaka, Senin (30/3/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kemeriahan peringatan hari ulang tahun ke-80 Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, akan diwarnai dengan aksi kolosal ribuan pamong.
Sebanyak lebih dari 10.000 orang yang terdiri dari lurah, camat, hingga unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dijadwalkan menggelar kirab budaya "Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem" pada Kamis (2/4/2026) mendatang.
Advertisement
Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, menjelaskan bahwa hajatan besar ini melibatkan utusan dari 438 kalurahan dan kelurahan di seluruh penjuru DIY. Setiap wilayah akan mengirimkan delegasi sebanyak 20 hingga 30 orang sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur atas kepemimpinan Ngarso Dalem selama ini.
“Kami hitung secara kasar saja, kira-kira ada 10.000 sampai 12.000 orang,” ujar Gandang pada Senin (30/3/2026). Ia menambahkan, kirab yang dimulai pukul 07.00 WIB ini tidak sekadar parade, melainkan membawa pesan simbolis melalui busana Jawa lengkap serta persembahan hasil bumi atau glondong pangarem-arem dari tiap-tiap daerah.
BACA JUGA
Aksi ini juga menjadi momentum bagi para pamong untuk menghaturkan terima kasih atas kebijakan pemanfaatan tanah milik Kraton yang selama ini menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Besarannya kita tidak bicara, mungkin ada yang Rp25 juta hingga Rp500 juta. Kami ingin menghaturkan hasil panenan dari tanah-tanah yang sudah dipercayakan kepada pemerintah kelurahan untuk digarap,” tuturnya.
Panitia telah membagi titik kumpul kirab menjadi tiga zona utama guna mengatur kepadatan massa:
* Jalan Malioboro: Titik kumpul bagi peserta dari Kota Jogja, Sleman, dan Gunungkidul.
* Jalan KH Ahmad Dahlan: Titik kumpul bagi peserta dari Kulonprogo.
* Jalan Senopati: Titik kumpul bagi peserta dari Bantul.
Dari ketiga titik tersebut, rombongan akan bergerak menuju Titik Nol Kilometer sebelum berakhir di Pagelaran Kraton untuk diterima langsung oleh Sri Sultan HB X. Nantinya, seluruh hasil bumi yang dibawa akan diserahkan kembali kepada Bupati dan Walikota untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mengingat skala massa yang masif, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY telah menyiapkan skema penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas. Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi gangguan perjalanan di sekitar kawasan Malioboro hingga Kraton.
“Penutupan dilakukan di Jalan Malioboro ke selatan termasuk sirip-siripnya. Kemudian di Titik Nol, dari timur Jalan Senopati dan di sisi barat Jalan KH Ahmad Dahlan mulai simpang tiga PKU akan tutup,” papar Erni. Pihak berwenang juga telah menyediakan 16 titik parkir strategis bagi armada peserta kirab untuk memastikan kelancaran prosesi budaya ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Chromebook: Aliran Rp809 Miliar Tak Tercatat di SPT Nadiem
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






