Advertisement
Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan (tiga dari kiri), menjenguk korban insiden ledakan saluran air limbah (SAL) di kawasan di Teras Malioboro, Kota Jogja, sekaligus memastikan penanganan korban berjalan optimal, Senin (30/3 - 2026). / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penanganan korban insiden ledakan instalasi saluran air limbah (SAL) di kawasan di Teras Malioboro, Kota Jogja kini berlanjut dengan komitmen penuh dari pengelola yaitu Unit Pelaksana Teknis Balai Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY).
Seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban dipastikan ditanggung sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut.
Advertisement
Perkembangan ini menyusul penanganan medis terhadap tiga pengunjung yang sempat terdampak insiden pada pagi hari. Para korban telah dirawat di RSUP Dr. Sardjito dan dinyatakan dalam kondisi stabil setelah mengalami luka bakar epidermal ringan dengan luas luka dua hingga lima persen.
Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarga atas kejadian yang tidak diharapkan tersebut.
BACA JUGA
Ia menegaskan peristiwa ini diduga bersifat teknis dan berada di luar kendali, namun tanggung jawab terhadap dampak yang timbul tetap menjadi prioritas pengelola.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban akan sepenuhnya ditanggung oleh UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY (sebagai Pengelola Teras Malioboro),” ujar Wisnu Hermawan, Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Harianjogja.com, Senin (30/3/2026).
Investigasi Pihak Terkait
Saat kejadian berlangsung, tenant dan tim keamanan di lokasi langsung bergerak melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada korban sesuai prosedur.
Selain menanggung biaya pengobatan, pengelola juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Di sisi lain, langkah investigasi mulai dilakukan dengan melibatkan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti dari letupan instalasi saluran air limbah tersebut.
Pemeriksaan ulang terhadap seluruh sistem saluran air limbah di kawasan juga dilakukan, bersamaan dengan peningkatan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan.
Pengelola menyebut selama ini pemeliharaan infrastruktur dilakukan secara rutin, termasuk perawatan berkala setiap bulan serta pemeliharaan besar pada akhir 2025.
“Ke depan, evaluasi terhadap prosedur operasional akan diperkuat, termasuk penambahan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa,” katanya Wisnu.
Saat ini, kondisi di kawasan di Teras Malioboro telah dinyatakan aman dan terkendali. Aktivitas perdagangan kembali berjalan normal dan kawasan tetap terbuka bagi pengunjung. Wisnu juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






