Advertisement

Kirab Mangayubagya, Wujud Cinta Warga untuk Sri Sultan HB X

Lugas Subarkah
Kamis, 02 April 2026 - 13:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Kirab Mangayubagya, Wujud Cinta Warga untuk Sri Sultan HB X Pamong membawa glondong pangarem-arem dalam kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, di Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026). - Harian Jogja - Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan pamong kalurahan dan kelurahan, perwakilan kemantren/kapanewon, hingga Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) memadati kawasan Kraton Yogyakarta dalam kirab Mangayubagya untuk memperingati 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (2/4/2026).

Kirab menjadi simbol rasa syukur sekaligus penghormatan masyarakat kepada Raja sekaligus Gubernur DIY tersebut. Para peserta membawa glondong pangarem-arem berupa hasil bumi dan produk UMKM sebagai persembahan.

Advertisement

Rangkaian kirab dimulai sejak pagi dari tiga titik berbeda. Peserta dari Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul berangkat dari kawasan Malioboro. Sementara rombongan Bantul bergerak dari Jalan Senopati, dan peserta dari Kulonprogo memulai perjalanan dari Jalan KH Ahmad Dahlan.

Seluruh rombongan kemudian berkumpul di Titik Nol Kilometer sebelum berjalan bersama menuju Pagelaran Kraton melalui sisi timur Alun-Alun Utara.

Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama GKR Hemas dan keluarga tiba di Pagelaran sekitar pukul 07.45 WIB. Prosesi inti dimulai setelah Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka, Gandang Hardjanata, melaporkan kesiapan acara.

Kirab diawali oleh perwakilan Kota Jogja yang membawa berbagai produk UMKM seperti keripik, roti, onigiri, wedang uwuh, hingga olahan ikan. Sebanyak 45 kelurahan dari 14 kemantren secara bergiliran menghadap Sri Sultan untuk menyerahkan persembahan.

Setelah itu, kirab dilanjutkan oleh perwakilan dari Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Beragam hasil bumi turut diarak, mulai dari sayuran seperti kangkung, kubis, kacang panjang, hingga buah-buahan seperti pisang, pepaya, nanas, dan buah naga. Komoditas pangan seperti padi, jagung, dan singkong juga ikut dipersembahkan.

Gandang menyebut kirab ini menjadi wujud kecintaan masyarakat kepada Sri Sultan yang dinilai telah memberi teladan dalam kepemimpinan.

“Ini momentum monumental, di mana pemerintah kalurahan bersama warganya sowan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ngarso Dalem,” ujarnya.

Jumlah peserta diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang, menjadikannya salah satu kirab terbesar yang pernah digelar. Setiap kalurahan mengirimkan sekitar 20 hingga 30 perwakilan.

Seluruh hasil bumi yang dipersembahkan dalam kirab nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemerintah kabupaten dan kota, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dapur MBG Banyak Disetop Sementara, Ini yang Terjadi di Lapangan

Dapur MBG Banyak Disetop Sementara, Ini yang Terjadi di Lapangan

News
| Kamis, 02 April 2026, 17:27 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement