Advertisement
172 Dokter Muda UII Siap Diterjunkan ke Fasyankes
Sebanyak 172 mahasiswa tahap profesi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti prosesi Janji Dokter Muda periode April 2026. Para calon dokter ini berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dan etika sebelum diterjunkan ke berbagai rumah sakit pendidikan.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 172 mahasiswa tahap profesi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti prosesi Janji Dokter Muda periode April 2026. Para calon dokter ini berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dan etika sebelum diterjunkan ke berbagai rumah sakit pendidikan.
Mereka siap diterjunkan ke fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) untuk melayani masyarakat. Data dari FK UII mencatat, dari total 172 peserta tersebut, terdiri atas 42 laki-laki dan 130 perempuan. Setelah prosesi ini, mereka akan segera dikirim ke sejumlah rumah sakit (RS) mitra untuk menjalani program profesi dokter secara langsung di lapangan.
Advertisement
Ketua Program Studi Profesi Dokter FK UII Ana Fauziyati menjelaskan bahwa kegiatan Janji Dokter Muda ini merupakan tonggak krusial bagi mahasiswa sebelum berinteraksi langsung dengan pasien. Menurutnya, aspek moral harus menjadi fondasi utama bagi setiap calon dokter.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan Janji Dokter Muda ini adalah membangun komitmen dokter muda untuk belajar secara profesional dengan memegang teguh etika, moral, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas selama pendidikan profesi dokter,” ujar dr. Ana, Kamis (2/4/2026).
Selama menjalani pendidikan profesi, para dokter muda ini akan ditempatkan di jaringan rumah sakit pendidikan UII. RSUD dr. Soedono Madiun bertindak sebagai rumah sakit pendidikan utama.
Selain itu, para peserta juga akan tersebar di beberapa rumah sakit pendidikan satelit, meliputi RSUD dr. Soeroto Ngawi, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, serta RSUD Wonosari. Penempatan ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif di berbagai tingkatan fasilitas kesehatan.
Wakil Rektor UII Bidang Pengembangan Akademik dan Riset Profesor Jaka Nugraha mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan tenaga medis yang signifikan. Mengacu pada standar ideal rasio dokter terhadap penduduk (1:1.000), Indonesia disebut masih membutuhkan setidaknya 100.000 dokter tambahan.
"Permasalahannya tidak hanya pada jumlah (cacah), tetapi juga masalah sebarannya. Tercatat sekitar 6% Puskesmas di beberapa daerah bahkan belum memiliki dokter sama sekali," tegasnya.
Dokter muda diminta tidak hanya menumpuk di area perkotaan, tetapi berani mengabdikan diri ke daerah yang sangat membutuhkan untuk meningkatkan taraf kesehatan nasional. Dunia medis di lapangan jauh lebih kompleks daripada teori di ruang kuliah. Para dokter muda diharapkan mampu belajar dari realitas, berdiskusi dengan sejawat, dan adaptif terhadap masalah masyarakat yang dinamis.
"Sebagai representasi UII, mereka diingatkan untuk memegang teguh sembilan poin janji dokter muda yang mencakup akidah Islamiyah, etika profesi, dan kesungguhan dalam bertugas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
Advertisement
Advertisement







