Advertisement

Padat Karya Jogja Serap 400 Pekerja, Prioritas Usia 40 Tahun ke Atas

Ariq Fajar Hidayat
Senin, 06 April 2026 - 16:17 WIB
Sunartono
Padat Karya Jogja Serap 400 Pekerja, Prioritas Usia 40 Tahun ke Atas Pembukaan program padat karya infrastruktur di Balai Manunggal Mrican, Giwangan, Umbulharjo, pada Senin (6/4/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melalui program padat karya infrastruktur menyasar warga lokal, terutama yang berusia 40 tahun ke atas, sebagai upaya mengurangi pengangguran di kelompok usia yang sulit bersaing di pasar kerja.

Program resmi dimulai di Balai Manunggal Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Senin (6/4/2026), dengan total 10 titik lokasi di Kota Jogja. Jumlah titik lokasi meningkat dibanding tahun sebelumnya yang kurang dari 10, didukung tambahan tiga lokasi dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemda DIY.

Advertisement

Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Maryustion Tonang, mengatakan padat karya ini menekankan pemberdayaan tenaga manusia dibanding alat berat. Pekerjaan yang dilakukan bersifat sederhana, seperti pemasangan konblok dan pembuatan saluran air.

“Persyaratannya kalau padat karya infrastruktur itu yang digarap lebih dominan tenaga manusia, bukan alat. Jadi yang bisa ditangani manusia seperti konblok, saluran air sederhana. Tidak perlu teknologi konstruksi modern,” jelas Maryustion.

Peserta program diprioritaskan warga setempat dan tidak boleh mengambil tenaga kerja dari luar wilayah. Kelompok usia 40 tahun ke atas menjadi perhatian utama karena lebih rentan menganggur.

“Diutamakan yang usia 40 tahun ke atas. Karena angka pengangguran potensial sekarang itu di usia tersebut. Cari kerja baru sudah kesulitan, kalah bersaing dengan yang muda,” imbuhnya.

Setiap titik melibatkan sekitar 30 pekerja dengan masa kerja 25 hari, dan upah harian mulai dari Rp106.250 per orang. Penjabat (PJ) Sekda Kota Jogja, Dedi Budiono, menekankan program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

“Selain infrastruktur di wilayah bisa dibangun dan dipelihara dengan baik, sisi pemberdayaan masyarakatnya juga kena. Harapannya bisa meminimalisir dampak kondisi ekonomi dengan adanya tambahan pendapatan, meskipun sifatnya sementara,” kata Dedi.

Secara keseluruhan, program ini diperkirakan menyerap sekitar 400–450 tenaga kerja, termasuk tiga titik tambahan dari Pemda DIY.

Salah satu peserta, Suwarto, mengatakan masyarakat menyambut program ini dengan antusias. Di wilayahnya, pekerjaan berupa pembangunan talud penahan longsor sepanjang 14,5 meter dengan tinggi 4 meter di bantaran saluran irigasi. Talud ini penting untuk mencegah longsor yang dapat mengganggu aliran irigasi dan lahan pertanian di Tamanan dan Banguntapan.

Program padat karya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur lingkungan, tetapi juga menjadi solusi jangka pendek dalam meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jumlah Rekening Judol Diblokir Bertambah Kini Tembus 33 Ribu

Jumlah Rekening Judol Diblokir Bertambah Kini Tembus 33 Ribu

News
| Senin, 06 April 2026, 19:07 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement