Advertisement

Stok ARV Sleman Aman Dukungan untuk ODHIV Terus Diperkuat

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 08 April 2026 - 09:57 WIB
Sunartono
Stok ARV Sleman Aman Dukungan untuk ODHIV Terus Diperkuat Foto ilustrasi HIV - Aids. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN— Ketersediaan obat antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Sleman dipastikan aman dan mencukupi, memberi kepastian terapi berkelanjutan bagi pasien di tengah upaya pengendalian kasus yang terus diperkuat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Sanitasi Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, mengungkapkan bahwa seluruh pasokan ARV di wilayah ini dipenuhi langsung oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini menjadi kunci menjaga kesinambungan pengobatan bagi ODHIV.

Advertisement

"Seluruh pasokan obat ARV di Kabupaten Sleman dipenuhi langsung oleh Kementerian Kesehatan," kata Yuliati saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).

Ia mengakui pada 2025 sempat terjadi kekurangan salah satu jenis ARV. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi melalui koordinasi cepat antara fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan DIY, dan pemerintah pusat.

Untuk mencegah kekurangan stok terulang, Dinas Kesehatan Sleman menerapkan empat strategi utama. Pertama, pemantauan rutin stok di seluruh layanan HIV. Kedua, perencanaan kebutuhan obat berbasis jumlah pasien aktif. Ketiga, penyediaan stok penyangga di gudang farmasi. Keempat, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat saat stok mulai menipis.

Di sisi lain, upaya pencegahan juga terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Sleman menggandeng Yayasan Vesta Indonesia untuk menjalankan edukasi massal melalui skema swadaya tipe 3.

Program edukasi bahkan mulai diperluas hingga tingkat desa dengan memanfaatkan Dana Desa. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari desentralisasi penanganan HIV agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan pendidikan terkait HIV di salah satu desa di Sleman dengan mengoptimalkan penggunaan Dana Desa. Ini merupakan langkah nyata dalam desentralisasi pencegahan HIV,” ujar Yuliati.

Meski ketersediaan obat terjaga, tantangan besar masih datang dari aspek psikososial. Stigma masyarakat dan stigma diri, terutama dalam kasus penularan dari ibu ke anak, masih menjadi hambatan dalam penanganan HIV.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengampanyekan konsep Tidak Terdeteksi = Tidak Menular (U=U), yakni kondisi ketika virus tidak terdeteksi dalam darah sehingga tidak menularkan HIV. Layanan tes rahasia, konseling psikologis, hingga layanan 24 jam juga disiapkan guna memberikan rasa aman bagi pasien.

Data menunjukkan perkembangan kasus HIV di Sleman cenderung fluktuatif seiring meningkatnya mobilitas penduduk di wilayah yang kian urban. Pada 2025, tercatat 206 kasus baru HIV di kalangan warga ber-KTP Sleman yang dihimpun dari 319 fasilitas layanan kesehatan.

Salah satu ODHIV, Pramono, mengaku dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjalani hidup dengan HIV. Ia sempat diliputi ketakutan saat pertama kali membuka status kesehatannya kepada keluarga.

“Saya dijatuhi hukuman seumur hidup, saya hanya punya waktu enam bulan lagi. Ketika saya mengungkapkan status positif HIV saya kepada keluarga besar saya, saya juga takut. Tapi keluarga saya justru memeluk saya. Dukungan sangat penting,” kata Pramono saat ditemui di Tara Hotel, Selasa.

Ia juga menegaskan bahwa HIV bukan penyakit yang harus dijauhi secara sosial. Dengan pemahaman yang benar, penularan dapat dicegah, termasuk kesadaran bahwa HIV tidak menular melalui penggunaan alat makan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Beri Arahan ke Ratusan Pejabat, Soroti Ancaman Global

Prabowo Beri Arahan ke Ratusan Pejabat, Soroti Ancaman Global

News
| Rabu, 08 April 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement