Advertisement
WFH Diterapkan, ASN Bantul Tetap Siaga Dipanggil ke Kantor
Foto ilustrasi ASN, dibuat menggunakan Artificial Inteligence.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Bantul tidak mengurangi kesiapsiagaan layanan. Pegawai yang bekerja dari rumah tetap diwajibkan siaga dan bisa dipanggil sewaktu-waktu ke kantor jika dibutuhkan.
Kebijakan ini mulai dijalankan pada Jumat (10/4/2026) sebagai bagian dari upaya penghematan energi. WFH diterapkan bersamaan dengan imbauan penggunaan kendaraan nonfosil bagi ASN yang tetap masuk kantor.
Advertisement
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja, menegaskan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan kinerja ASN.
“Kami menekankan kepada seluruh OPD, tolong dievaluasi dan dipantau. Harapan kami bahwa dengan bekerja di rumah itu targetnya misalnya 5 poin per hari, itu bisa malah jadi 7 dan seterusnya. Jadi meningkat, bukan menurun,” ujarnya.
BACA JUGA
Ia menyebut pimpinan OPD telah memetakan jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah tanpa mengganggu pelayanan publik.
Selama jam kerja, ASN yang menjalankan WFH diwajibkan tetap aktif, terutama dalam komunikasi. Ponsel harus selalu aktif agar koordinasi tetap berjalan lancar.
Jika sewaktu-waktu dibutuhkan secara mendesak, ASN wajib kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas.
Kepala Diskominfo Bantul, Bobot Ariffi’ Aidin, menyebut setiap ASN yang WFH dibekali surat tugas yang memuat rincian pekerjaan harian.
“ASN yang WFH kami berikan surat tugas, di dalam surat tugasnya itu sudah berbunyi: si A di rumah harus mengerjakan apa dan itu nanti setelah selesai WFH harus melaporkan hasil kegiatannya dan juga dilampiri dengan bukti dukung,” ujarnya.
Separuh ASN Sudah Jalani WFH
Di lingkungan Diskominfo Bantul, sekitar 50 persen ASN telah menjalankan WFH. Mereka dipilih berdasarkan jenis pekerjaan yang memungkinkan dilakukan dari rumah.
Sementara itu, ASN yang tetap bekerja di kantor didorong menggunakan kendaraan nonfosil seperti sepeda atau motor listrik sebagai bagian dari gerakan hemat energi.
“Dengan begitu mereka biar lebih sehat, bisa naik sepeda atau jalan kaki kalau yang memungkinkan dekat. Ya biar hemat, biar spiritnya dapat,” kata Agus.
Penerapan WFH di Bantul menggabungkan fleksibilitas kerja dengan disiplin pengawasan. Pemerintah daerah memastikan kebijakan ini tidak mengganggu pelayanan publik sekaligus tetap mendorong efisiensi energi.
Dengan sistem siaga dan pemantauan berlapis, ASN diharapkan tetap produktif meski tidak seluruhnya bekerja dari kantor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ruang Menteri PU Digeledah Kejaksaan Tinggi, Ini Komentar Dody
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






