Advertisement

Aplikasi Angkotku Mulai Jalan, Warga Bantul Belum Bisa Akses

Kiki Luqman
Rabu, 15 April 2026 - 21:57 WIB
Jumali
Aplikasi Angkotku Mulai Jalan, Warga Bantul Belum Bisa Akses Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA - Hery Sidik)

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Bagi warga Bantul yang berharap kemudahan layanan transportasi berbasis digital, kehadiran aplikasi Angkotku belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tersebut. Saat ini, fungsi aplikasi yang diperkenalkan sejak November 2025 ini  difokuskan untuk mempermudah urusan administratif perusahaan angkutan.

Melalui platform tersebut, perusahaan sudah dapat mengurus berbagai keperluan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor. Layanan yang tersedia mencakup pengajuan penambahan armada, izin operasional angkutan pedesaan, hingga permohonan rekomendasi pelat kuning.

Advertisement

"Sudah kita arahkan menggunakan Angkotku walaupun masih dipandu oleh admin. Sekarang sudah bisa mengurus berbagai keperluan administratif secara digital. Mulai dari pengajuan penambahan armada, izin operasional angkutan pedesaan, hingga permohonan rekomendasi pelat kuning," kata Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul, Ganis Pratomo Wibowo, Rabu (15/4/2026).

Meski menawarkan kemudahan, implementasi aplikasi ini masih jauh dari kata masif. Jumlah pengguna yang aktif bahkan belum mencapai 10 perusahaan angkutan. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah perusahaan angkutan di Bantul.

"Sejauh ini kurang dari 10 perusahaan angkutan udah pakai aplikasi, karena di Bantul perusahaan angkutan terbatas," katanya.

Di sisi lain, Dishub Bantul tengah menyiapkan pengembangan fitur baru untuk memperluas fungsi aplikasi. Salah satu yang sedang dirancang adalah layanan pengajuan ramp check secara daring, yang diharapkan bisa mempercepat proses pengecekan kelayakan kendaraan.

Selain itu, sistem pendataan bus sekolah juga mulai disiapkan. Nantinya, data siswa pengguna bus sekolah akan terintegrasi secara otomatis melalui sistem kartu, sehingga memudahkan pemantauan jumlah penumpang serta titik naik dan turun.

"Anak-anak sekolah menggunakan kartu nanti pendataannya di bus sudah otomatis. Nanti setelah sistem dinilai berjalan optimal, baru fitur lain akan diintegrasikan, bertahap ya," katanya.

Pengembangan ini dinilai penting untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertata dan transparan, khususnya bagi layanan bus sekolah yang selama ini masih minim pendataan terintegrasi.

Ke depan, aplikasi Angkotku ditargetkan mampu menyajikan informasi yang lebih lengkap, mulai dari identitas penumpang hingga operasional kendaraan secara real time. Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih dalam tahap pengembangan.

"Kalau sekarang kita buka ke masyarakat kan ibaratnya informasinya masih minim. Ke depan, Informasi seperti identitas siswa, titik naik-turun, hingga jumlah penumpang," terangnya.

Dishub Bantul menegaskan, akses aplikasi untuk masyarakat umum baru akan dibuka setelah sistem dinilai siap dan data yang tersedia sudah cukup lengkap, sehingga benar-benar bermanfaat bagi pengguna transportasi di Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran

Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran

News
| Rabu, 15 April 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement