Advertisement
Ekspor Bantul Terancam, Pelaku Usaha Diminta Siaga
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kinerja ekspor Bantul mulai dibayangi tekanan akibat gejolak ekonomi global, mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi agar pelaku usaha tetap mampu bertahan di pasar internasional.
Pemkab Bantul kini mengintensifkan sinergi dengan pelaku usaha guna menjaga daya saing produk lokal, terutama di tengah ketidakpastian pasar global yang terus berubah cepat.
Advertisement
Tekanan dari kondisi global ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha di Bantul, khususnya yang bergantung pada pasar ekspor. Ketidakpastian permintaan dan fluktuasi ekonomi di sejumlah kawasan membuat strategi bisnis harus lebih adaptif agar tidak terdampak signifikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati, menyebut dinamika ekonomi global saat ini semakin kompleks. Ia menilai faktor geopolitik menjadi salah satu pemicu utama yang berdampak pada stabilitas perdagangan internasional.
BACA JUGA
“Sinergi ini penting agar kita bisa bersama-sama merespons perubahan global yang cepat, sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja ekspor Bantul,” ujar Fenty, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif. Dukungan diberikan kepada pelaku usaha melalui berbagai cara, mulai dari fasilitasi promosi produk hingga peningkatan kualitas dan akses pasar yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha untuk terus memantau perkembangan global, terutama kondisi di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.
"Gejolak perekonomian dunia terutama di Timur Tengah belum bisa diprediksi kapan berakhir, untuk itu kami minta pelaku usaha terutama yang ekspor untuk terus memantau perkembangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Bantul, Prapta Nugraha, menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan global. Ia menyebut produk dari Bantul kini bersaing langsung dengan negara-negara di kawasan ASEAN yang menawarkan harga dan kualitas yang kompetitif.
“Pengusaha Bantul harus terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global,” katanya.
Selain inovasi, strategi diversifikasi pasar dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Ketergantungan pada satu atau dua negara tujuan ekspor dapat menjadi kelemahan ketika terjadi penurunan permintaan secara tiba-tiba.
Dengan membuka pasar baru, pelaku usaha diharapkan bisa menjaga stabilitas penjualan sekaligus memperluas jangkauan produk ke pasar internasional. Langkah ini juga dinilai mampu meredam dampak fluktuasi ekonomi global yang sulit diprediksi.
Prapta menambahkan, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar sektor ekspor Bantul tetap bertahan.
"Kami optimistis melalui kolaborasi yang solid dan strategi yang tepat, pelaku usaha lokal tetap mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah tekanan ekonomi global yang terus berkembang," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Pemkab Gunungkidul Akan Bangun TPR Pantai Senilai Rp2,6 Miliar
Advertisement
Advertisement








