Advertisement
Remaja Diamankan Warga di Bantul, Isu Bunuh Diri Dibantah
Markas Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Antara - Hery Sidik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus remaja yang diamankan warga di Bantul sempat viral dan memicu spekulasi, termasuk isu percobaan bunuh diri. Polisi memastikan kabar tersebut tidak benar dan mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian itu.
Peristiwa terjadi di Jalan Imogiri Barat, di Dusun Ngoto, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB saat warga mencurigai gerak-gerik seorang remaja berinisial ANY.
Advertisement
Kejadian ini langsung menarik perhatian warga sekitar karena remaja berusia 17 tahun tersebut terlihat tidak seperti biasanya saat berada di lokasi. Ia diketahui sempat menaiki sepeda ontel milik warga yang sedang diparkir, sehingga memicu kecurigaan dan akhirnya diamankan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa saat diamankan, kondisi remaja tersebut tidak wajar. Warga menduga ia berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.
BACA JUGA
“Warga yang curiga kemudian mengamankan yang bersangkutan dan meminta keterangan di lokasi. Saat diamankan, kondisi anak tersebut disebut tidak wajar dan berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang,” ujar Rita, Rabu (15/4/2026).
Dari hasil penelusuran, diketahui sebelum kejadian ANY sempat diantar oleh seorang warga bernama Teguh Suroso ke Terminal Giwangan sekitar pukul 07.30 WIB dengan tujuan pulang ke kampung halamannya di Magelang.
Namun, setelah ditinggal, remaja tersebut tidak langsung pulang. Ia justru kembali berkeliling hingga akhirnya berada di lokasi kejadian dan diamankan warga.
Petugas dari Polsek Sewon yang menerima laporan kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan situasi. Remaja tersebut selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Namun, saat diperiksa, ANY tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
“Ketika diperiksa ANY tidak bisa diajak ngomong, yang bersangkutan masih dalam pengaruh obat-obatan terlarang, sehingga sulit diajak komunikasi,” jelas Rita.
Polisi kemudian melakukan pendataan terhadap remaja tersebut serta saksi-saksi di lokasi. Pihak keluarga segera dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah proses klarifikasi selesai, ANY akhirnya dijemput oleh orang tuanya bersama perangkat desa setempat dan dipulangkan ke rumah.
Dalam kasus ini, pemilik sepeda tidak melanjutkan ke proses hukum. Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan.
Polisi juga menegaskan bahwa tidak ada upaya bunuh diri dalam peristiwa tersebut, meskipun sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
“Isu itu tidak benar,” tegas Rita.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Pemkab Gunungkidul Akan Bangun TPR Pantai Senilai Rp2,6 Miliar
Advertisement
Advertisement




