Advertisement

Ancaman El Nino, Puluhan Irigasi di DIY Diperbaiki Serentak

Lugas Subarkah
Kamis, 16 April 2026 - 23:17 WIB
Jumali
Ancaman El Nino, Puluhan Irigasi di DIY Diperbaiki Serentak Foto ilustrasi irigasi pertanian - foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman kemarau panjang 2026 mulai diantisipasi dengan percepatan perbaikan 85 saluran irigasi tersier di DIY. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan air pertanian di tengah potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Sebagian perbaikan bahkan sudah berjalan, sementara sisanya dikebut agar siap digunakan sebelum puncak musim kemarau.

Advertisement

Bagi petani di DIY, perbaikan jaringan irigasi menjadi krusial untuk menjaga hasil panen saat musim kemarau datang. Tanpa pasokan air yang stabil, risiko gagal panen bisa meningkat signifikan.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mencatat sebanyak 85 saluran irigasi tersier menjadi prioritas perbaikan tahun ini dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian.

Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menjelaskan, dari total tersebut, sebagian sudah mulai dikerjakan pada tahap awal.

“85 unit irigasi tersier menggunakan APBN Kementan. Yang sudah dikerjakan di tahap 1 skitar 33 unit, masih ada skitar 52 unit yang dialokasikan untuk Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Sleman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Perbaikan ini difokuskan pada saluran yang kondisinya sudah tidak optimal dan membutuhkan penanganan segera agar dapat berfungsi maksimal saat kemarau.

Namun, proses pengerjaan masih bergantung pada tahapan pengadaan barang dan jasa, sehingga kecepatan realisasi menjadi tantangan tersendiri.

Di luar target tersebut, DPKP DIY juga terus menginventaris kebutuhan tambahan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian, dinas kabupaten, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak.

Proses pengusulan perbaikan dilakukan melalui mekanisme CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) serta proposal dari kelompok tani yang akan diverifikasi di lapangan.

“Saat ini juga masih terus berproses CPCL maupun usulan dari kelompok. Kami berharap segera ada action nyata agar kepercayaan pemerintah pada kita semakin bagus,” paparnya.

Untuk menghadapi musim kemarau, DPKP DIY menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga pembangunan sistem peringatan dini.

Mitigasi juga dilakukan dengan menggerakkan brigade kekeringan serta mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur dangkal.

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti pompanisasi dan sistem perpipaan juga didorong untuk meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah siaga, termasuk optimalisasi irigasi, penggunaan pompa air, serta sosialisasi sistem irigasi hemat air kepada petani.

Ancaman kekeringan ini tidak lepas dari prediksi BMKG yang menyebutkan adanya potensi fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat pada pertengahan 2026.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dengan percepatan perbaikan irigasi dan langkah antisipatif lainnya, pemerintah berharap produksi pertanian di DIY tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

News
| Kamis, 16 April 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement