Advertisement
IDM Latih Pelajar Jogja Hadapi Bencana Gempa
InJourney Destination Management (IDM) menggelar program InJourney Community Care berupa pelatihan tanggap bencana gempa bumi bagi siswa di DIY, Jumat (24/4 - 2026) ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—InJourney Destination Management (IDM) menggelar program InJourney Community Care berupa pelatihan tanggap bencana gempa bumi yang diikuti 300 siswa dari SMA Negeri 5 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Sewon Bantul, dan SMA Negeri 1 Patuk Gunungkidul pada 21–22 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 20 tahun gempa Jogja sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan pelajar menghadapi bencana.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara IDM dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Disdikpora DIY melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB).
Advertisement
Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, mengatakan pelatihan ini menyasar pelajar SMA karena dinilai memiliki kapasitas untuk memahami sekaligus menyebarluaskan edukasi kebencanaan di lingkungan sekitar.
“Target kita siswa SMA mengingat program tanggap bencana itu harus dimulai dari dini. Kami berharap dengan literasi dan juga pemahaman SMA yang sudah matang, sehingga mereka bisa menyebarluaskan bagaimana seharusnya jika terjadi bencana, mereka bisa memberikan edukasi kepada orang-orang sekitarnya, sehingga bisa cepat tanggap, serta tujuannya untuk selamat,” jelasnya.
BACA JUGA
Target 1.000 Peserta Sebelum Puncak Peringatan
IDM menargetkan program ini menjangkau 1.000 peserta dari 10 sekolah di wilayah Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan rampung sebelum puncak peringatan dua dekade gempa Jogja pada Mei 2026.
“Melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan ini, peringatan 20 tahun gempa Jogja tidak hanya menjadi momen reflektif serta kebangkitan untuk membangun Jogja yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan,” ujarnya.
Materi Mitigasi hingga Simulasi Evakuasi
Koordinator PH Sekber SPAB DIY, Budi Santoso, menjelaskan peserta mendapatkan materi intensif selama dua hari, mulai dari mitigasi awal, pemahaman potensi gempa, hingga teknik penyelamatan dan evakuasi.
Ia menambahkan, pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan darurat yang melibatkan siswa dan guru. Sekolah peserta dipilih karena berada di kawasan rawan gempa, khususnya di sepanjang jalur Sesar Opak yang membentang hingga Klaten.
“Dalam dua hari pelatihan ini, peserta mendapat serangkaian materi intensif yang mencakup mitigasi awal hingga simulasi penanganan darurat bencana gempa bumi,” jelasnya.
Lengkapi Fasilitas Sekolah Tanggap Bencana
Kepala SMA Negeri 5 Yogyakarta, Siti Hajarwati, menyebut pelatihan ini melengkapi sarana dan prasarana kebencanaan yang sudah dimiliki sekolah.
“Pelatihan ini melengkapi sarana prasarana yang tersedia. Kalau pengetahuan kita terkait kebencanaan tidak didukung oleh pengetahuan dari masing-masing dari kita semua, maka sama saja bohong. Oleh karena itu, materi ini harus terus diulang, agar dapat mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan perilaku yang harus tanggap saat terjadinya bencana,” jelasnya.
Pelajar Lebih Siap Hadapi Bencana
Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Patuk Gunungkidul, Rahmat Sholeh Setiawan, mengaku pelatihan ini membuatnya lebih siap menghadapi potensi bencana. Ia yang lahir setelah gempa besar 2006 hanya mengetahui peristiwa tersebut dari cerita orang tua.
“Langkah yang pertama itu ketenangan. Jika panik, jadinya tidak fokus dan bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ketenangan dimiliki jika memiliki penguasaan terhadap materi tanggap bencana yang tepat. Semoga pelatihan ini bisa semakin mengasah kemampuan tanggap bencana,” terangnya.
Bangun Generasi Tangguh Bencana
Melalui program InJourney Community Care, IDM menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan aspek keselamatan. Edukasi kebencanaan kepada generasi muda dinilai penting agar tercipta masyarakat yang tangguh menghadapi risiko di masa depan.
“Komitmen terhadap kebencanaan ini merupakan bagian dari strategi IDM dalam mengintegrasikan aspek keamanan dan keselamatan di seluruh destinasi kelolaannya. IDM berharap, melalui pelatihan ini para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan literasi bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas,” pungkas Indung Purwita Jati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- AHY Tinjau Mrican, Penataan Kawasan Kumuh Tekan Risiko Banjir
- Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Jumat 24 April 2026
- Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak
Advertisement
Advertisement









