Lansia Asal Gunungkidul Tewas Tertemper KA Bengawan di Janti Sleman
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Potret Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani pada Sabtu (26/4/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo, khususnya segmen Prambanan–Purwomartani, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir April 2026, progres konstruksi proyek strategis nasional ini telah mencapai sekitar 94 persen dan ditargetkan rampung secara fisik pada Juni mendatang.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo, Rudy Hardiansyah, mengungkapkan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian sejumlah titik krusial, termasuk pembangunan Simpang Susun (interchange) di kawasan Purwomartani.
“Masih ada beberapa titik di interchange yang dalam tahap konstruksi. Namun secara umum progresnya sudah mendekati penyelesaian sesuai target kontrak,” ujar Rudy saat meninjau lokasi proyek di Purwomartani, Sabtu (26/4/2026).
Ia optimistis pengerjaan badan jalan tol dapat dituntaskan pada Juni 2026. Meski demikian, pekerjaan penunjang di luar jalur utama, seperti penataan jalan arteri Solo–Jogja dan pembangunan bundaran, masih akan berlanjut setelahnya.
Menurut Rudy, penyelesaian konstruksi bukan berarti jalan tol bisa langsung dioperasikan. Ada sejumlah tahapan lanjutan yang wajib dilalui, termasuk uji laik fungsi dan uji laik operasi yang melibatkan berbagai pihak eksternal.
“Secara harapan tentu ingin segera dioperasikan, tetapi kami harus realistis. Selain konstruksi, ada proses pengadaan lahan dan uji kelayakan yang berada di luar kendali kami,” jelasnya.
Segmen Prambanan–Purwomartani sendiri merupakan bagian dari tahap pertama pembangunan Tol Jogja-Solo. Ruas ini memiliki panjang sekitar 11,48 kilometer dan menjadi penghubung penting menuju wilayah timur Jogja.
Saat ini, jalan tol Jogja-Solo yang telah beroperasi baru mencapai sekitar 30,91 kilometer, membentang dari Kartasura hingga Prambanan. Kehadiran segmen lanjutan ini diharapkan mampu memperlancar konektivitas serta mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Solo–Jogja.
Menariknya, ruas Prambanan–Purwomartani sempat difungsikan secara terbatas selama periode arus mudik Lebaran 2026. Selama sekitar dua pekan, jalan ini dibuka untuk mendukung mobilitas pemudik yang keluar dari wilayah Jogja, dan tercatat mendapat respons positif dengan tingginya volume kendaraan yang melintas.
Ke depan, keberlanjutan proyek Tol Jogja-Solo diharapkan tidak hanya mempercepat waktu tempuh antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah Sleman dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penggantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Kemenhub mencatat kemacetan menimbulkan kerugian Rp77 triliun per tahun. Pemerintah mempercepat proyek transportasi massal di 20 kawasan perkotaan.
Polisi menyelidiki dugaan penembakan airsoft gun di simpang empat Blok O Banguntapan yang viral di media sosial.
KPK menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai SGD 8.500 saat menggeledah dua Kantor Imigrasi di Jakarta.
Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH ASN sehari dalam sepekan hingga akhir September 2026 dengan pelayanan publik tetap berjalan penuh.