Hujan Mulai Turun di Bantul, Pajangan Masih Hadapi Krisis Air
Hujan tipis mulai turun di Bantul setelah kemarau panjang. Pajangan belum hujan sejak Juni dan warga masih menghadapi persoalan air bersih.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Komisi B DPRD Bantul memastikan pengawasan terhadap program kerja organisasi perangkat daerah (OPD) mitra terus dilakukan hingga akhir tahun anggaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program yang telah masuk perencanaan, baik berupa kegiatan fisik maupun nonfisik, benar-benar terealisasi sesuai target.
Memasuki pembahasan anggaran perubahan pada September 2026, sejumlah program yang menjadi perhatian Komisi B DPRD Bantul dinilai telah menunjukkan progres cukup baik. Berdasarkan evaluasi sementara, tingkat pelaksanaan program tahun anggaran berjalan telah mencapai sekitar 70%.
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Heru Sudibyo, mengatakan capaian tersebut terlihat dari perkembangan berbagai program yang dipantau oleh dewan bersama OPD mitra. Evaluasi akan terus dilakukan agar program yang telah dianggarkan tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Program yang sama-sama kami lihat hampir sudah 70% selesai, baik fisik maupun nonfisik. Jadi cukup bagus,” kata Heru, Senin (7/9/2026).
Pengawasan Diperketat Menjelang Akhir Tahun
Heru menjelaskan fungsi Komisi B DPRD Bantul tidak hanya berkaitan dengan pembahasan anggaran. Setelah anggaran ditetapkan, dewan juga memiliki tanggung jawab untuk melihat sejauh mana program yang direncanakan benar-benar dilaksanakan.
Karena itu, pengawasan terhadap OPD mitra akan terus dilakukan, terutama ketika memasuki periode akhir tahun anggaran. Program yang telah mendapatkan alokasi anggaran diharapkan tidak mengalami keterlambatan tanpa pengawalan.
“Jangan sampai program yang sudah direncanakan malah tidak ada perkembangan atau tidak dikawal sampai terlaksana,” ujarnya.
Menurut Heru, pengawasan tersebut penting agar anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah memberikan hasil sesuai dengan tujuan awal. Terlebih, sejumlah program yang dikawal Komisi B bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah pembangunan infrastruktur. Komisi B memantau sejumlah pekerjaan, mulai dari cor blok jalan, pengaspalan, rehabilitasi, pembangunan drainase hingga talud yang menjadi bagian dari program OPD mitra.
Sebagian kegiatan tersebut berasal dari aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bantul yang telah masuk ke dalam perencanaan pembangunan. Karena itu, pelaksanaannya menjadi bagian yang akan dievaluasi oleh dewan.
“Di akhir September ini kami sudah masuk menggunakan anggaran perubahan. Salah satu yang teman-teman lebih fokus adalah infrastruktur. Ini akan kami evaluasi,” ujarnya.
Program Nonfisik hingga Revitalisasi Pasar Ikut Dipantau
Pengawasan Komisi B tidak hanya menyasar pembangunan yang terlihat secara fisik. Sejumlah program nonfisik yang dijalankan OPD mitra juga menjadi bagian dari evaluasi.
Heru menyebut pemetaan investasi serta fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi beberapa program nonfisik yang turut dikawal. Program semacam ini dinilai penting karena berkaitan dengan kemudahan dan dukungan terhadap aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
Sementara pada sektor fisik, perhatian Komisi B antara lain diarahkan pada revitalisasi pasar serta pemindahan tempat pemungutan retribusi (TPR) baru.
Berbagai program tersebut akan terus dipantau agar pelaksanaannya tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Komisi B menargetkan seluruh program yang saat ini berjalan dapat dituntaskan sebelum tahun anggaran berakhir. Evaluasi bersama OPD mitra akan dilakukan secara berkelanjutan untuk melihat perkembangan masing-masing kegiatan.
Heru berharap tidak ada program yang telah direncanakan dan dianggarkan justru tertunda hingga melewati batas waktu pelaksanaan. Penyelesaian program tepat waktu menjadi penting agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
“Target akhir tahun selesai semua. Insyaallah agar langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan tipis mulai turun di Bantul setelah kemarau panjang. Pajangan belum hujan sejak Juni dan warga masih menghadapi persoalan air bersih.
Harga HP Infinix September 2026 tersedia dari Rp1,9 juta hingga Rp11,9 juta, dengan Note 60 Ultra menjadi model termahal.
Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026, lebih besar dari bonus SEA Games Rp1 miliar.
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), Selasa (1/9/2026), di Ruang Seminar
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.