Awas, Ada 7 Titik Rawan Kecelakaan Kereta Api di Jogja

Ilustrasi pelintasan kereta api. - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
11 April 2018 19:17 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :


Harianjogja.com, JOGJA--PT KAI mengindikasi masih ada titik-titik rawan pada jalur yang akan dilewati saat pelaksaan arus mudik lebaran beberapa bulan mendatang. Berdasarkan hasil pantauan, titik rawan terbanyak ada di wilayah Daop VI.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirut PT KAI Edi Sukmoro saat memeriksa lintas menjelang Angkutan Lebaran 2018 di Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (10/4/2018) malam.

Menurutnya di wilayah Daop VI total ada tujuh titik rawan, bahkan dua titik di antaranya harus dijaga dan dipantau terus menerus. "Titik rawan itu bisa karena faktor alam," ucapnya.

Tak hanya titik rawan akibat faktor alam saja, Edi menyebut pihaknya juga memberi perhatian khusus pada perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang jumlahnya masih cukup banyak. Oleh sebab itu, ia berjanji akan menambah petugas guna memperketat penjagaan di perlintasan-perlintasan tersebut.

Terutama saat arus mudik lebaran nanti. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan arus mudik lebaran pada 2018 ini.

Oleh sebab itu, menurut Edi saat ini tengah dilakukan inspeksi ke semua jalur kereta api oleh jajaran PT KAI. Ia menyebut usai melakukan inspeksi jalur di Yogyakarta, ia akan melanjutkan untuk mengecek wilayah Solo dan Jawa Timur. Termasuk jalur kereta api yang melewati jalur utara Pulau Jawa.

Selain inspeksi jalur, persiapan juga dilakukan dengan terus meremajakan gerbong kereta api yang usianya mencapai 30 hingga 50 tahun dan sudah tidak layak jalan. Sebab menurutnya langkah peremajaan yang dilakukan PT KAI mulai mendapatkan tanggapan positif dari pengguna jasa kereta api.

Apalagi Edi mengatakan kini Balai Yasa Yogyakarta juga sudah mampu merawat lokomotif dan genset. Pasalnya suku cadang yang dibutuhkan sudah tersedia dan semuanya asli. "Kami lakukan perawatan rutin dan penggantian suku cadang yang sudah waktunya diganti," tuturnya.