Mantap! Siswa SMK Muhammadiyah Pakem Rakit Mobil Listrik Balap

Mobil balap listrik buatan siswa SMK Muhammadiyah Pakem, Sabtu (14/4/2018). - Harian Jogja/Sunartono
16 April 2018 08:47 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah siswa dari Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah Pakem, Sleman berhasil membuat mobil balap dengan daya listrik yang mampu mengaspal dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

Mobil tersebut secara resmi diluncurkan di sekolah yang berlokasi di Jalan Pakem-Turi, Sleman bersamaan dengan acara Milad SMK Muhammadiyah Pakem ke-45, Sabtu (14/4/2018).

Mobil buatan siswa SMK Muhammadiyah Pakem ini menggunakan model seperti mobil balap formula satu dengan single seat, warna bodi dominan hijau dan sedikit strip warna putih. Memiliki berat 265 kilogram, panjang 2,8 meter, lebar 1,36 meter, tinggi 1,3 meter. Menggunakan baterai 48 volt, 80AH dengan rem jenis cakram serta ban ring 13.

Mobil ini tanpa menggunakan kunci kontak. Untuk menyalakan tinggal memencet tombol saklar ke bawah yang berada di sisi kiri kemudi. Selanjutnya, menekan pedal gas tanpa menggunakan persneling, melainkan otomatis. Suara yang lirih menjadi ciri khas dari mobil listrik balap ini.

Pada Sabtu (14/4/2018) mobil balap ini dijajal dari bengkel TKR SMK Muhammadiyah Pakem yang berjarak sekitar 500 meter dari kampus sekolah tersebut. Dikemudikan seorang siswa, Bagas Pramaditya dari kelas XII Jurusan TKR empat melintas di Jalan Pakem-Turi Km 0,5 sebelum masuk ke halaman sekolah. 

"Setelah jadi, begitu mobil ini bisa jalan, rasanya sudah senang sekali," ujar Hendri Kurniawan, siswa kelas XII Jurusan TKR SMK Muhammadiyah Pakem, Sabtu (14/4/2018).

Perasaan senang itu bukan tanpa alasan, karena pelajar asal Girikerto, Turi, Sleman ini menjadi salah satu dari enam siswa yang terpilih untuk terlibat dalam pembuatan mobil tersebut. Hendri bersama teman-temannya sering berada di bengkel hingga larut malam untuk menyelesaikan produksi mobil tersebut. Sesekali harus izin dari kelas demi menggarap mobil itu. Nyaris enam bulan terakhir, ia bersama guru dengan dibimbing mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghabiskan waktu untuk membuat mobil listrik balap tersebut.

"Kecepatan sebenarnya bisa sampai 100 kilometer per jam, tetapi kami baru mencoba dengan kecepatan paling tinggi 80 kilometer per jam di Jalan Kaliurang, itu belum penuh sebenarnya masih bisa sampai 100 kilometer," jelasnya.

Hendri mengatakan, pembuatan mobil itu seluruhnya dilakukan di bengkel TKR SMK Muhammadiyah Pakem seperti pembuatan bodi dari karbon fiber dan beragam proses perakitan. Salah satu kendala yang kerap dihadapi dalam proses perakitan yaitu terkait kelistrikan serta membuat kestabilan putaran roda.

Uji coba dilakukan secara berulang hingga pada April 2018 ini, mobil itu dirasa performanya semakin apik. Untuk mendukung daya listrik dilengkapi empat baterai yang masing-masing item memiliki kekuatan 12 volt sehingga total 48 volt. Saat baterai diisi dalam kondisi penuh, bisa dipakai dengan durasi antara tiga hingga empat jam. 

Guru Pembimbing Tim TKR SMK Muhammadiyah Pakem Agus Kurnianto mengatakan, pembuatan mobil listrik itu menghabiskan dana sekitar Rp100 juta. Tim guru yang terlibat berjumlah enam orang dan enam siswa yang sebelumnya diseleksi melalui kemampuan bidang otomotif.

Tim itu kemudian dibagi menjadi tiga terdiri atas tim yang membuat bagian kemudi, rem, dan suspensi serta tim kelistrikan dan tim bodi. Setelah semua siap, kemudian dirakit menjadi mobil listrik balap. "Menyatukan berbagai sistem ini yang kadang ada kendala, tetapi bisa terselesaikan," kata dia.

Meski hanya enam siswa yang terlibat secara penuh, tetapi siswa lain juga mendapatkan pengalaman dalam merakit mobil tersebut. Karena menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Guru pendamping lainnya, Bayu Aji mengatakan, pembuatan mobil listrik itu karena dinilai ramah lingkungan, sejalan dengan konsep SMK Muhammadiyah Pakem sebagai sekolah adiwiyata. Mobil itu akan lebih disempurnakan lagi ke depan terutama pada sistem engine break, agar lebih safety saat mengerem mendadak meski kecepatan tinggi.

Setelah sukses dengan mobil listrik, ia mendorong siswanya kembali memproduksi mobil listrik ke depan. Mobil itu akan dikembangkan dengan membuat tipe lebih besar lagi menyerupai mobil golf dengan tujuan untik dipakai para guru SMK Muhammadiyah Pakem untuk bergeser dari kampus satu ke kampus dua yang berada di area Pakem, Sleman.

"Akan dikembangkan juga dengan solar cell [tenaga surya]," kata dia.