BKIPM Andalkan Inovasi Pelayanan Berbasis Budaya Lokal

Kepala Pusat Standardisasi Sistem BKIPM Pusat, Teguh Samudro (kanan), memberikan cendera mata kepada Kepala ORI DIY, Budi Masturi (kiri), dalam peluncuran Pekan Pelayanan Publik BKIPM, di Kantor Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Yogyakarta, Senin (16/4/2018).Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan
16 April 2018 13:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Yogyakarta mengadakan Pekan Pelayanan Publik di Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Yogyakarta, Depok, Sleman, Senin (16/4/2018). Acara bertujuan untuk mewujudkan perbaikan pelayanan publik dan memberikan inovasi pelayanan dan berbasis budaya lokal.

 

Kepala Pusat Standardisasi Sistem BKIPM Pusat, Teguh Samudro, mengatakan terjadi peningkatan pengeluaran sertifikat di BKIPM Pusat selama 2017. Pada 2017 sertifikat yang dikeluarkan sebanyak 195.956 lembar sertifikat atau meningkat 20,75% dari tahun sebelumnya.

 

"Ini menunjukan permintaan pelayanan pada BKIPM semakin banyak, dan menjadi tantangan tersendiri agar BKIPM memberikan pelayanan lebih baik lagi dengan beragam inovasi," kata Teguh Samudro saat peluncuran Pekan Pelayanan Publik BKIPM Yogyakarta, Senin

 

Teguh mengatakan berbagai upaya yang sudah dilakukan BKIPM di antaranya reformasi perizinan melalui online submit submision. "Nanti akan lebih jelas berbagai laporan, juga perizinan yang masuk akan tercatat langsung, juga bisa dikontrol oleh Menteri Perekonomian," katanya.

 

Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Yogyakarta, Hafit Rahman, mengatakan selain mengedepankan inovasi, konsep dalam Pekan Pelayanan Publik tahun ini muncul semangat untuk mengangkat budaya lokal dalam pelayanan.

 

Hafit berharap dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan, masyarakat bisa terlayani dengan baik. "Semoga dengan adanya acara ini, akan menjadi tanda untuk terus menerus melayani, agar BKIPM bisa diterima di masyarakat," katanya.