Aplikasi Si Jaring dan Sigap Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Digital
Diskominfo Kabupaten Magelang meluncurkan Si Jaring dan Sigap untuk memperkuat tata kelola pemerintahan digital, pengelolaan jaringan.
Kegiatan bedah buku yang digelar DPAD DIY dan DPRD DIY di Balai RW 07 Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja, Rabu (8/5/2024). - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Balai RW 07 Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja, Rabu (8/5/2024). Kegiatan ini digagas oleh DPAD DIY bersama dengan DPRD DIY. Kali ini, DPAD DIY membahas buku dengan judul "Membangun Usaha dalam Perspektif Transformasi Digital".
Anggota DPRD DIY Sinarbiyat Nujanat menuturkan kegiatan bedah buku ini penting dilakukan. Terlebih, tema yang diangkat juga relevan dengan perkembangan zaman seperti saat ini, yakni tentang digitalisasi.
Sinarbiyat menyebut, semakin lama terjadi jarak yang jauh antara orang tua dengan anak di era kemajuan teknologi seperti saat ini. Seringkali orang tua tak bisa mengikuti arus informasi yang ada, sehingga kesulitan dalam memantau informasi yang diterima oleh anak-anaknya. Buku ini, mengajak orang tua untuk melek terhadap digitalisasi. Di sisi lain, juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
"Anak-anak sekarang sangat luar biasa kalau bicara literasi. Ketika orang tua diskusi dengan anak, ketinggalan jauh. Kita sebagai orang tua harusnya bisa menjadi teman diskusi terdekat sebelum orang lain. Itu mau tidak mau kita harus bisa mengimbangi anak-anak kita," jelas Sinarbiyat saat ditemui di Balai RW 07 Baciro, Rabu (8/5/2024).
Dia menambahkan, bedah buku ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Meskipun, tingkat minat baca di DIY saat ini terbilang tertinggi se-Indonesia. Namun, Sinarbiyat mengatakan jika melihat angka secara nasional minat baca di Indonesia masih sangat rendah.
"Meskipun sekarang era digitalisasi, buku dalam bentuk hard copy masih harus menjadi bagian saat mencari informasi," imbuhnya.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY Dewi Ambarwati menuturkan kegiatan bedah buku telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Sasarannya pun meningkat pesat. Semua, bedah buku hanya dilaksanakan sebanyak 15 kali dalam setahun. Namun, pada 2024 ini DPAD DIY merencanakan 222 kali gelaran bedah buku.
"Kali ini merupakan gelaran buku ke-60 kali se DIY dan ke-12 kalinya di Kota Jogja," tutur Ambar.
Selain untuk meningkatkan minat baca, kegiatan bedah buku ini diharapkan bisa menangkal munculnya hoaks di tengah masyarakat. Buku diharapkan menjadi salah satu rujukan untuk melakukan cross check kebenaran sebuah informasi. Ambar juga mengingatkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan fasilitas publik berupa perpustakaan. DPAD DIY bahkan punya ratusan judul buku yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.
"Fasilitas yang diberikan pemerintah daerah gratis. Seluruh layanan yang kita berikan gratis. Di sana kami memberikan berbagai macam koleksi buku," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Diskominfo Kabupaten Magelang meluncurkan Si Jaring dan Sigap untuk memperkuat tata kelola pemerintahan digital, pengelolaan jaringan.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.