NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pameran yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) berkolaborasi dengan mahasiswa, Rabu (2/5/2018)./Harian Jogja- Meigitaria Sanita
Harianjogja.com, SLEMAN- Refleksi 20 tahun reformasi 1998 dilangsungkan mulai 1-21 Mei 2018 di enam kampus di DIY.
Keenam kampus tersebut Yaitu UIN Sunan Kalijaga, UPN, UST, UMY, ISI dan UJB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) yang berkolaborasi dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jogja.
Selain untuk mengingatkan bagaimana aksi kelam sejarah Orde Baru, pameran tersebut juga sebagai wadah untuk mengingatkan kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih partai politik serta pemimpin di 2019 yang akan datang serta bagaimana aksi yang mahasiswa yang tidak berdasarkan kepentingan politik.
Pameran foto peristiwa 1998 menampilkan foto-foto aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dalam melengserkan Soeharto pada rezim Orde Baru. Selain itu juga ada diskusi mengenai bagaimana seharusnya aksi yang dilakukan mahasiswa tanpa campur tangan kepentingan politik.
Agus Bintoro selaku koordinator acara menyampaikan tujuan kegiatan tersebut sebagai pengingat bagaimana sejarah Orde Baru.
“Tujuan kami pameran untuk memperingati 20 tahun reformasi 98, bagaimana kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat, mahsiswa, civitas academicca yang saat itu menjelang jatuhnya rezim Orde Baru turun bersama-sama menyuarakan aspirasinya,” ungkapnya, Rabu (2/5/2018).
Pada pameran ini terpasnag spanduk bertuliskan UNTUK ALASAN APAPUN KAMI TAK MAU KEMBALI KE ORDE BARU. Tulisan itu dimaksudkan para aktivis mengajak masyarakat dan mahasiswa agar cerdas dalam memandang dan mempertimbangkan partai politik yang akan dipilih.
Mengingat sudah dekat dengan musim politik 2019 mendatang. Hal itu disampaikan agar Orde Baru tidak muncul lagi.
“Menolak rezim Orde Baru muncul kembali, apalagi ini menjelang kontestasi politik 2019 bahwa yang muncul hari ini banyak partai-partai ataupun sisa-sisa Orde Baru yang punya jejak kelam masa lalu ini sudah bermunculan nah warga masyarakat, mahasiswa harus cerdas menentukan pilihan-pilihan politik."
"Jadi kroni-kroninya sampai hari ini ada Partai Berkarya dan sebagainya ini jelas siapa orang-orangnya, mereka punya riwayat apa termasuk beberapa calon kandidat yang hari ini mempunyai sejarah kelam,” ujarnya.
Selain itu para aktivis 98 juga menghimbau agar mahasiswa bersikap kritis namun tetap terpuji dan intelektual. Dari pameran foto peristiwa 1998 diharapkan pergerakan dan aksi mahasiswa dalam mengkritisi pemerintah bukan berdasarkan kepentingan politik.
“Melalui pameran foto ini mahasiswa mempertimbangan bagaimana memperjuangkan rakyat harus mulai tertata jangan sampai terombang-ambing dipenuhi kepentingan politik,” ungkap Agus Bintoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Cara menyimpan video Instagram tanpa aplikasi tambahan bisa dilakukan lewat fitur bawaan maupun browser. Simak langkah mudah dan aman berikut ini.
Biaya perpanjangan izin tinggal di Jepang naik drastis mulai Oktober 2026. Izin tinggal tetap melonjak 1.900% jadi 200.000 yen. Simak daftar lengkapnya.
Belanja Pemkot Jogja dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp205,12 miliar menjadi Rp2,11 triliun. Pemkot menyebut fiskal tetap terjaga.
Apple dikabarkan luncurkan iPhone lipat pertama pada 9 September 2026. Ini acara pertama CEO baru John Ternus. Harga diprediksi tembus Rp35 juta. Simak bocorann
Ariel Tatum resmi mengganti nama legal menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini setelah permohonannya dikabulkan PN Jakarta Selatan. Ini alasan di baliknya.