Sapi Perah Tidak Berkembang di Kulonprogo, Pembudidaya Malah Merugi

Ilustrasi sapi - JIBI
17 Mei 2018 03:16 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pamor sapi perah di Kulonprogo semakin lama semakin menghilang. Adapun penyebabnya adalah sedikitnya lokasi khusus budidaya sapi perah dan tidak adanya budidaya sapi perah di Kulonprogo.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Nur Syamsu Hidayat mengatakan pengembangan populasi sapi perah sejak 1980-an sampai sekarang tidak dapat berkembang. Malah populasi sapi tersebut terus mengalami mengalami penurunan.

"Pada 1980-an, populasi sapi dari 100 ekor, sekarang tinggal 35 ekor. Potensi di Kulonprogo hanya cocok untuk sapi potong yang saat ini menjadi ternak andalan di Kulonprogo," kata Syamsu, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya hal tersebut terjadi lantaran sebagian besar kondisi alam di tidak cocok untuk ternak sapi perah. Alam yang didominasi dengan daratan rendah membuat  ternak sapi perah tidak berkembang karena sapi perah membutuhkan kondisi alam yang cenderung sejuk.

"Selain alam, kami juga tidak terlalu mendorong peternak Kulonprogo memelihara sapi perah, kami mendorong peternak memelihara sapi potong," katanya.

Pada 1980-an, Syamsu mengatakan pihaknya sempat menguji coba membudidayakan sapi perah melalui bantuan presiden. Warga yang melakukan kegiatan tersebut malah merugi.

"Ada kredit juga dengan koperasi di Sleman yang sesama sapi perah, tetapi tetap rugi, kami tidak merekomendasikan untuk sapi perah," ungkapnya.

Sementara petugas Inseminasi Kecamatan Samigaluh, Jitu menilai wilayah Samigaluh cocok untuk pengembangbiakan sapi perah. Adapun udara yang sejuk di pegunungan cocok untuk sapi perah hidup.

"Menurutnya saya cocok, soalnya dingin juga di beberapa wilayah Samigaluh. Tetapi memang tidak bisa kalau di Sentol, Lendah, dan Pengasih yang dataran rendah," katanya.

Lebih lanjut dirinya menyatakan kondisi masyarakat Samigaluh dan sekitarnya yang gemar memelihara kambing ketimbang sapi juga membuat sapi perah tidak berkembang di Kulonprogo. Alhasil jenis sapi potong juga tidak begitu digemari di Samigaluh.

"Karena budayanya sudah terbiasa kambing, jadi sudah seharusnya kambing yang menjadi andalan," katanya.