Persaingan Masuk SMA Ketat, Nilai UN Tetap jadi Penilaian

Ilustrasi PPDB. - JIBI
18 Mei 2018 11:50 WIB Sunartono Jogja Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Disdikpora DIY memastikan nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tetap akan menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA 2018. Proses seleksi di sejumlah sekolah favorit dipastikan berjalan sangat ketat.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, pihaknya sudah mengundang seluruh kepala SMA/SMK dan SMP/MTs di DIY untuk diberikan sosialisasi terkait pelaksanaan PPDB 2018 yang berbeda sistem dengan tahun sebelumnya. Selain berbagai prosedur, pihaknya memberikan informasi terkait permasalahan yang akan muncul serta cara mengatasi.

"Masalah yang mungkin muncul adalah ketidaktahuan tentang jalur prestasi, itu masih banyak yang mengatakan jalur prestasi hanya untuk nonakademik, padahal boleh saja diikuti siapa saja yang NEM-nya tinggi," ungkapnya kepada HarianJogja.com, Kamis (17/5/2018).

Selain itu, kata dia, masyarakat perlu dipahamkan juga terkait jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) hanya berlaku di zona satu, padahal bisa untuk di zona dua. Pihaknya sudah meminta kepada seluruh SMA/SMK yang akan menerima peserta didik baru dan SMP/MTs yang akan meluluskan, untuk mengumpulkan para orang tua siswa guna mendapatkan informasi detail PPDB. "Bahan semua sudah saya unggah, bisa didownload sehingga semua sekolah bisa melakukan sosialisasi," tegasnya.

Baskara Aji memberikan tanggapan terkait kemungkinan adanya sekolah yang berada di zona satu suatu kecamatan karena diukur melaui udara, namun transportasi agak susah, ia menyarankan untuk mengambil di zona kedua.

Ia mengingatkan, seluruh masyarakat agar memahami nilai akademik tetap menjadi pertimbangan utama dalam bersaing dalam PPDB 2018 meski menggunakan zonasi. Sehingga nilai akademik dan non akademik tidak bisa dikesampingkan begitu saja. "Kalau di zona satu dirasa jauh dari jarak tempuhnya, bisa ambil di zona dua," kata dia.

Fakta bahwa nilai akademik masih digunakan, kata dia, salah satunya sebagian besar SMA yang dinilai favorit di Kota Jogja tidak hanya memasukkan kelurahan di Kota Jogja sebagai zona satu, namun juga beberapa desa di Sleman dan Bantul. Sehingga kompetisi dipastikan akan sangat ketat dalam perebutan kursi di sekolah favorit. Karena pendaftar banyak dengan berbagai latar belakang nilai akademik dan non akademik yang dimiliki setiap pendaftar.

"Mereka hanya beruntung berada di zona satu sekolah favorit, tetapi dari sisi persaingan tetap ketat. Misalnya anak dari Sinduadi [Mlati, Sleman], dia masuk di zona satu SMA N 1 Jogja, dia harus bersaing dengan seluruh pendaftar dari Kota Jogja dan sebagian Bantul dan Sleman. Siapa bilang hasil UNBK tidak dipakai untuk PPDB, tetap saja dipakai," ucapnya.

Adplus Tokopedia