Tahun Ini, BPAD DIY Bedah 48 Buku

Ilustrasi Buku - Reuters
09 Juni 2018 06:17 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY kembali mengadakan acara bedah buku, Jumat (8/6/2018). Kali ini buku yang dibedah berjudul Membangun Industri Rumah Tangga Menuju Keluarga Sejahtera. Diharapkan dengan adanya acara ini, semangat masyarakat dalam berwirausaha bisa semakin tumbuh.

Acara bedah buku Membangun Industri Rumah Tangga dilaksanakan di Balai RW Sapen, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja. Salah satu pembedah, Nurjanah yang juga Anggota Komisi D DPRD mengatakan, isi buku terpenting yang perlu diserap masyarakat Kelurahan Demangan adalah menumbuhkan semangat memulai usaha.

Ia berharap setelah acara bedah buku, masyarakat di Kelurahan Demangan segera memulai usaha. Menurutnya, untuk memulai usaha rumahan tidaklah terlalu sulit, sebab tenaga kerja yang dibutuhkan tidak banyak. Cukup memanfaatkan anggota keluarga saja.

"Di daerah ini kan belum ada produk andalannya. [Bentuk usahanya] masak bisa. Meskipun bukan katering besar. Ada juga potensi peyek. Tapi belum jadi sentra, karena tidak jadi satu kelompok. Kalau jadi kelompok kan bisa saling mendukung. Mudah-mudahan masyarakat ada kemauan menuju ke sana," jelas Nurjanah usai acara.

Sekretaris BPAD DIY Endah Pratiwi menjelaskan, bedah buku Membangun Industri Rumah Tangga Menuju Keluarga Sejahtera adalah kegiatan ke-19 untuk tahun ini. Total selama 2018, bedah buku akan diselenggarakan sebanyak 48 kali.

Ia mengatakan, tema bedah buku disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah di mana acara tersebut diselenggarakan. Jika di luar daerah perkotaan, buku yang dibahas, biasanya berkaitan dengan pertanian.

Sebelum bedah buku di Kelurahan Demangan, sambungnya, BPAD DIY dan lurah setempat sudah melakukan survei. Dan tema yang paling tepat adalah industri rumah tangga. Tujuannya lebih untuk mendorong niat masyarakat mendirikan usaha rumah tangga.

"Kami lebih untuk mengembangkan minat baca sih. Mestinya kalau mau lebih maju harus banyak referensinya. Biar meningkat minat bacanya, kami cari tema yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan potensi masyarakat," jelas Endah.