Advertisement

Persiapkan Uji Kelaikan, Asosiasi Jip Lereng Merapi Mulai Bebenah

Salsabila Annisa Azmi
Kamis, 28 Juni 2018 - 22:15 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Persiapkan Uji Kelaikan, Asosiasi Jip Lereng Merapi Mulai Bebenah Beberapa jip Merapi dilakukan uji kelaikan di Balai Desa Umbulharjo oleh Dinas Perhubungan Sleman dan Polres Sleman pada Rabu (20/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) mempersiapkan uji kelaikan dan perumusan jalur jip aman untuk mendukung penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman yang mengizinkan operasi jip wisata kembali berjalan. Rencananya uji kelaikan akan dilaksanakan pada awal Juli 2018 secara bergelombang.

Ketua AJWLM Wilayah Barat, Dardiri, mengatakan di wilayah barat lereng Gunung Merapi terdapat sekitar 400 jip yang saat ini tengah diperbaiki, dan asosiasi melakukan pemeriksaan secara berkala. "Mereka [pengelola jip] sudah mulai membenahi mesin, setir, sabuk pengaman dan helm. Kami juga memiliki simulasi dengan pengecekan. Hasilnya kemarin kami menemukan beberapa jip yang belum laik jalan karena pengelola tidak tahu standarnya seperti apa," kata Dardiri, Kamis (28/6/2018).

Advertisement

Dardiri mengatakan perbaikan secara perorangan dilakukan sambil merumuskan jalur jip aman dan standar operasional prosedur (SOP) yang saat ini masih terus dikaji oleh dinas terkait. Dardiri mengatakan untuk sementara waktu tidak ada jip di lereng Merapi yang beroperasi. Seluruh pemilik jip menghargai larangan Pemkab Sleman dan berharap kejadian kecelakaan jip pada Selasa (19/6/2018) tidak terulang.

Dardiri mengaku belum mendengar kapan uji kelaikan jip wisata akan dilakukan. Namun saat ini AJWLM terus berkoordinasi dengan Indonesian Offroad Federation (IOF) terkait dengan SOP yang tepat. "Harapannya 400 jip bisa terverifikasi secara serempak," kata Dardiri.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, mengatakan uji kelaikan akan dilaksanakan mulai awal Juli secara bergelombang dan baru selesai pada 2019. "Nanti satu gelombang ada 60 jip yang diperiksa. Untuk keseluruhan selesainya bisa sampai 2019. Tapi untuk operasional tidak usah menunggu hingga 2019, yang penting sudah lolos uji kelaikan, bisa beroperasi, kalau yang belum ya jangan beroperasi," katanya.

Terkait dengan SK Bupati yang akan kembali membuka operasional jip wisata, Sudarningsih mengatakan, saat ini masih dilakukan pembahasan mengenai SOP yang diajukan asosiasi jip. Dia mengatakan SK Bupati akan selesai pekan depan. Meski demikian bukan berarti SK tersebut bisa langsung disahkan. Nantinya masih akan ada pengecekan ulang di lapangan untuk memastikan semua jip telah laik beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Mardiyana, mengatakan asosiasi jip yang akan diverifikasi surat-suratnya dan diuji kelaikan ada 29 asosiasi. Adapun asosiasi tersebut terdiri dari 13 asosiasi di wilayah Cangkringan, 16 asosiasi di wilayah Pakem dan satu koperasi jip wisata di Tebing Breksi.

Mardiyana mengatakan sebelumnya Dishub sudah melakukan verifikasi surat di Umbulharjo dan Kaliurang. Hasilnya ada 11 jip lolos dan 19 jip ditilang. "Banyak jip masih dikandangkan. Kami masih memverifikasi kelengkapan surat-surat sambil memantau kerja sama dengan IOF. Harapannya dalam waktu dekat SOP mereka sudah beres," kata Mardiyana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gelombang Penumpang Kereta Mengular di Awal Libur Paskah

Gelombang Penumpang Kereta Mengular di Awal Libur Paskah

News
| Jum'at, 03 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement