Kabar Gembira, 1 Agustus Saluran Induk Kalibawang Bakal Dibuka

Alat berat dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur di Saluran Irigasi Induk Kalibawang yang berada di wilayah Kecamatan Nanggulan, Senin (9/7 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
09 Juli 2018 16:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Komisi Irigasi memastikan bakal membuka Saluran Irigasi Induk Kalibawang mulai 1 Agustus 2018.

Anggota Komisi Irigasi Kulonprogo sekaligus Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Hadi Prayitno, menyatakan jajarannya tengah memastikan pintu air Saluran Irigasi Induk Kalibawang yang ditutup mulai 15 Mei 2018 bakal dibuka pada 1 Agustus mendatang. "Sesuai permintaan Bupati Kulonprogo [Hasto Wardoyo] kami memastikan Saluran Irigasi Induk Kalibawang bakal dibuka dan digunakan mulai 1 Agustus mendatang," katanya, Senin (9/7/2018)

Ia juga mengatakan jajarannya sempat membuka pintu air di paruh akhir puasa lalu. Hal tersebut dilakukan sesuai permintaan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo yang pintu air dibuka agar air dapat meresap dan mengisi sumur warga. "Namun yang bisa dialiri hanya di beberapa desa karena Jembatan Air Talang Bowong masih diperbaiki," katanya.

Menurut Hadi Prayitno saat ini air belum bisa dialirkan karena pengerukan endapan di saluran irigasi masih terus dilakukan. Selain itu jembatan air Talang Bowong juga masih terputus. "Saat dibuka pada Agustus nanti kami bakal menggunakan saluran air lama yang saat ini sedang diperbaiki. Perbaikan jembatan air Talang Bawong yang baru membutuhkan waktu cukup lama," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, mengharapkan Komisi Irigasi yang beranggotakan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pertanian, dan DPUPKP dapat memantau pengerjaan saluran tersebut. Pasalnya, kekeringan di sekitar area saluran irigasi akan semakin buruk jika Saluran Irigasi Induk Kalibawang tidak dibuka seusai jadwal. "Kami sudah memprediksi kawasan di sekitar saluran irigasi bakal mengalami kekeringan. Oleh karena itu kami berharap pembukaan saluran harus dilakukan sesuai jadwal agar bencana kekeringan tidak menyebar," katanya. Ariadi mengaku saat ini anggota Tagana dan jajaran lain telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di kawasan yang dilanda bencana kekeringan.

Saluran Irigiasi Induk Kalibawang mengalir dari Kecamatan Kalibawang hingga Sentolo, melewati enam kecamatan yakni Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Pengasih, Sentolo, dan sebagian Wates. Akibat penutupan saluran tersebut sebagian besar lahan pertanian dan kolam ikan milik warga mengalami kekeringan.