Ratusan Pengemudi Online Datangi Polres Bantul

Ratusan pengemudi online melakukan aksi damai di depan Polres Bantul meminta untuk mengusut kasus pemukulan terhadap sopir taksi online sampai tuntas, Kamis (19/7/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
19 Juli 2018 16:50 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Ratusan sopir taksi dan ojek online bersama-sama melakukan aksi damai di depan Mapolres Bantul, Kamis (19/7/2018). Mereka menuntut kasus pemukulan terhadap sopir taksi online di wilayah Banguntapan pada Selasa (17/7/2018) lalu diungkap secara tuntas.

Koordinator aksi Prihartanto mengatakan, aksi damai yang dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada korban pemukulan yang hingga saat ini belum ada perkembangan pasti. Oleh karenanya, ratusan anggota ojek dan taksi online datang ke mapolres untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut sampai dimana. “Intinya kami datang untuk menanyakan perkembangan kasus pemukulan sopir online seperti apa,” kata Sinyo, sapaan akrabnya Selasa siang.

Menurut dia, pascapemukulan korban telah membuat laporan polisi. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan upaya pengungkapan kasus tersebut. “Bukti kronologi kejadian sudah dipaparkan, termasuk orang yang melakukan order sebelum peristiwa pemukulan. Jadi, dari keterangan ini harusnya sudah bisa diungkap, tapi faktanya hingga sekarang belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, aksi yang dilakukan tidak hanya melibatkan sopir online, namun juga mengajak pengemudi ojek online. “Pekerjaan kita sama sama jadi harus saling memberikan dukungan sehingga teman-teman dari ojek online juga ikut dalam aksi di depan mapolres Bantul,” imbuhnya.

Pengemudi taksi online, yang juga sebagai korban pemukulan, Junianto Effendi mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan sudah dilakukan visum terkait dengan kasus pemukulan oleh penumpang. Untuk hasilnya, ia mengaku tidak tahu menahu karena hasil visum dibawa oleh pihak kepolisian. “Harapannya ini bisa diusut tuntas hingga pelakunya ditemukan,” katanya.

Dia menjelaskan, awal mula terjadinya pemukulan saat mendapatkan order untuk menjemput penumpang di kawasan Senturan, Depok, Sleman. Setelah itu, ia mengantarkan dua penumpang menuju ke Jalan Gedongkuning, Banguntapan Bantul. “Salah satu penumpang yang saya bawa dalam keadaan mabuk,” katanya, kemarin.

Menurut dia, peristiwa pemukulan terjadi karena penumpang tidak mau turun. Padahal, sambung Junianto, keduanya sudah diantar sesuai dengan order yang dilakukan. “Saya bilang sudah, sampai tapi penumpang yang mabuk tidak mau turun dan ingin diantar ke tempat yang lain,” tuturnya.

Mendapati permintaan ini, Junianto pun menjelaskan agar penumpang turun terlebih dahulu, kemudian melakukan order sekali lagi. Namun demikian, pejelasan tersebut tidak diterima karena penumpang malah menjadi emosi dan membanting pintu mobil sangat keras. “Sempat terjadi keributan karena pelaku berkata-kata kotor hingga akhirnya saya dipukul di pelipis bagian kanan. “Saya pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bantul,” katanya lagi.