Suami Istri di Bantul Ini Akan Tampung Bayi yang Dibuang

Ilustrasi anak-anak - Reuters
03 Agustus 2018 11:25 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejak beberapa hari terakhir, Muzakki rutin menyebarkan informasi perawatan bayi. Dalam informasi tersebut ia cantumkan juga nomor telepon selular miliknya, berikut alamat lengkap. Apa yang dilakukan warga Dusun Kedungrejo, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul, tersebut? Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Ujang Hasanudin.

Banyaknya pemberitaan kasus pembunuhan dan pembuangan bayi di media massa telah menghentak hati Muzakki. Kasus terakhir yang bikin dia sesak adalah pembunuhan bayi kembar di Bali, dua pekan lalu. Ia tidak habis pikir, seorang ibu tega menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Sementara di sisi lain banyak pasangan suami istri yang menantikan kehadiran buah hati, tetapi tak kunjung mendapatkan.

Muzakki pun berpikir keras, mencari tahu penyebab terjadinya pembuangan bayi tak berdosa. Hingga akhirnya sampai pada kesimpulan sebagian besar pembuangan bayi dilakukan karena hasil hubungan di luar nikah, dan orang tuanya kebingungan dengan keberadaan bayi tersebut.

Ia pun bertekad membuka rumah bayi. Bukan rumah jasa penitipan atau perawatan bayi pada umumnya, dan bukan juga yayasan panti asuhan. Ia tidak akan meminta imbalan dari niat baiknya tersebut. Keinginan Muzakki mendapat dukungan istrinya yang sama-sama memiliki keprihatinan atas pembuangan dan pembunuhan bayi.

Suami istri asal Madura, Jawa Timur, ini ingin menyelamatkan bayi-bayi tak berdosa. Dengan demikian harapannya ibu bayi juga bebas dari jeratan hukum.

“Saya berharap orang-orang yang hamil di luar nikah itu tidak sampai berpikiran untuk menggugurkan, membuang, apalagi membunuh bayinya,” ungkap Muzakki saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/8).

Pria kelahiran 5 Juli 1963 ini siap merahasiakan identitas orang tua bayi. Bahkan jika orang tua bayi khawatir dijebak, dia bisa menghubungi Muzakki melalui telepon, membuat janji, dan meletakkan bayi yang akan dititipkan ditempat yang disepakati. Setelah itu sang ibu boleh meninggalkan bayi.

“Tapi harapannya dia menghubungi saya saat bayi masih dalam kandungan supaya bayi lahir dalam keadaan sehat dan ibunya juga sehat,” kata dia.

Soal biaya kelahiran, Muzakki siap membantu. Jika sang ibu ingin mengambil kembali bayi tersebut suatu saat atau setelah dewasa, ia bersedia menyerahkan kembali dengan identitas yang jelas. Ia pun tidak akan menelisik siapa latar belakang orang tua bayi. Jika pun tidak diambil akan ia rawat layaknya anak sendiri. Muzakki sudah menyiapkan tempat khusus di lantai II rumahnya. Namun rumah bayi itu belum ia hias karena belum ada titipan bayi.

Istrinya juga sudah siap merawat. Ketiga anaknya pun bersedia jika suatu saat kehadiran anggota keluarga baru.

Ia menegaskan tidak akan meminta imbalan dari niat baiknya tersebut. Pria yang bekerja sebagai distributor produk rokok itu hanya ingin menyelamatkan bayi-bayi yang terancam maut. Niat baik Muzakki tidak hanya mendapat dukungan keluarga. Dukungan juga datang dari para tetangganya di Kedungrejo. Warga siap membantu jika ada bayi-bayi yang dirawat. Ketua RT 04 Dusun Kedungrejo, Suprapto mengatakan sudah menyampaikan rencana Muzakki dan sebagian besar warga mendukungnya.

“Ada juga warga yang kebetulan belum memiliki keturunan ingin merawat langsung,” ungkap Suprapto.

Bukan hanya warga, beberapa yayasan panti asuhan di desa setempat juga bersedia membantu Muzakki jika bayi yang dititipkan banyak dan membutuhkan perawatan yang ekstra.