Advertisement
Pemerintah & Warga Wajib Kerja Sama, Kebakaran Hutan Tanggung Jawab Bersama
Sejumlah sukarelawan dan petugas gabungan dari BKSDA, Polisi Hutan, BPBD Kulonprogo mengikuti simulasi pemadaman api di area Suaka Margasatwa Sermo, Senin (6/8 - 2019).
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY berharap kebakaran hutan menjadi tanggung jawab bersama. Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY, Untung Suripto, saat apel di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Senin (6/8/2018). "Apel ini diharapkan bakal meningkatkan kerja sama stakeholder dan masyarakat, baik kami yang berbentuk badan, Pemkab Kulonprogo dan masyarakat umum," kata Untung.
Apel siaga dihadiri sejumlah anggota Polisi Kehutanan (Polhut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan sejumlah organisasi masyarakat di bawah naungan BKSDA dan polhut setempat.
Advertisement
Selain diisi dengan pembekalan, apel yang digelar juga diisi dengan simulasi pemadaman api. Seluruh perlengkapan pemadaman api mulai dari perlengkapan paling sederhana seperti sekop hingga peralatan paling besar yakni mobil pemadam kebakaran digunakan dalam dalam simulasi kebakaran. "Semua alat kami simulasikan penggunaannya. Jadi ketika ada kebakaran di lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan mobil pemadam kebakaran, api bisa dipadamkan menggunakan alat sederhana," kata Untung.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, menyatakan kesiapan BPBD termasuk Damkar dalam mendukung langkah antisipasi dan pemadaman kebakaran lahan maupun hutan. "Seperti saat terjadi kebakaran di Kokap beberapa waktu lalu, kami akan tetap bersinergi," katanya.
Salah satu peserta, Edi Warsito, mengaku selalu rutin mengikuti kegiatan simulasi. Menurutnya simulasi menjadi hal terpenting agar masyarakat sipil seperti dirinya bisa mengetahui bagaimana cara memadamkan api dengan alat yang sederhana. "Dengan adanya simulasi kami bisa mengetahui cara memadamkan api meski sarana dan prasarana yang ada terbatas," katanya. Berdasar data BKSDA DIY, luas kawasan perlindungan Suaka Margasatwa Sermo yang mengalami kekeringan mencapai 145,138 hektare dari total luas lahan yang mencapai 184,99 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








