Advertisement
Dokumen Berisi Sejarah Tambang Zaman Belanda di Kulonprogo Direstorasi
Beberapa akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta meninjau terowongan di Dusun Anjir, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Jumat (11/5 - 2018)
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulonprogo segera merestorasi dan menerjemahkan dokumen teks dan kartografi terkait pertambangan mangaan masa lampau, yang ada di Dusun Kliripan, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap.
Kepala Bidang Kearsipan DPK Kulonprogo, Widardjo mengungkapkan, inventarisasi sejumlah dokumen sebelumnya berasal dari warga, terkait eks pertambangan Kliripan sudah selesai. Dokumen-dokumen yang berjumlah puluhan tersebut, sudah dipilah berdasarkan jenis teks dan kartografi atau gambar. Namun, untuk mengetahui isinya, Pemkab perlu merestorasi dan menerjemahkannya.
Advertisement
"Kami sudah berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia [ANRI] dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah [DPAD] DIY," kata dia, Kamis (6/9/2018),
Kepala Seksi Akusisi Pelestarian Pengolahan dan Dokumen Kearsipan, DPK Kulonprogo, Kandar Abadi menjelaskan, informasi yang ada di dalam dokumen teks pertambangan, tertulis dalam Bahasa Belanda. Sedangkan sebagian dokumen kartografi berupa peta gundul kondisinya sudah rusak, karena tidak terawat dan harus direstorasi.
BACA JUGA
“Setelah selesai diperbaiki, dokumen akan segera direproduksi sama seperti asli. Dokumen asli akan disimpan menjadi arsip daerah,” ujarnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Hargorejo, Sri Widodo mengatakan, warga Hargorejo dan Karangsari mengumpulkan dokumen eks tambang mangaan dari sejumlah pelaku tambang yang masih hidup.
"Ada yang dari pelaku sejarah masa Jepang dan Belanda. Semoga dapat keterangan yang lengkap," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, pada sekitar Februari 2018, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja menemukan dokumen dan peralatan yang diperkirakan berkaitan dengan aktivitas pertambangan mangaan di Kliripan.
Dokumen terkait tambang, diketahui tersimpan di salah satu rumah warga, almarhum Karso Wiyoto alias Kasdi. Berjarak sekitar 100 meter dari lokasi terowongan eks tambang. Selain itu, sementara ini, diketahui ada stasiun milik Pakualaman yang digunakan untuk pemberhentian akhir rel lori milik perusahaan Tambang Mangaan Kliripan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
Advertisement
Advertisement









